Dongkrak Empati Pendonor Plasma, RSLI Gelar Screening di Plaza

  • Whatsapp
Suasana donor masal plasma konvalesen di Plaza Surabaya.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Kebutuhan tinggi akan plasma darah konvalesen, di sisi lain minimnya pendonor membuat manajemen Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI), melakukan gerakan massal aksi donor plasma di Plaza Surabaya, Sabtu (9/1/2021).

Baca Juga

Hal ini juga menindaklanjuti hasil pertemuan kolaborasi antara Manajemen Rumah Sakit KOGABWILHAN II Surabaya, Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen, Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 (PPKPC-RSLI) dan Ikatan Alumni Covid-19 RS Lapangan Indrapura, kemarin.

Aksi Donor Massal Plasma Darah Konvalesen RSLI ini digelar di Plaza Surabaya lantai 1, dengan merekrut screening massal pendonor, dan pendataan pendonor.

Ketua Komunitas Pendonor Plasma Konvalesen, dr. Agus Hariyanto, Sp.B. menjelaskan acara ini sebagai awal upaya berkala setiap Sabtu, mengajak alumni RSLI menolong penderita Covid-19 yang masih dirawat.

Jumlah penyintas makin banyak, namun harus dilakukan pemahaman kepada mereka agar mau mendonorkan plasma darahnya demi membantu sesama.

Acara ini juga digelar tanya jawab, oleh Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD, KPTI, FINASIM., selaku pakar penanganan Covid-19 dan Konsultan RSLI.

“Cepatnya penanganan pasien Covid-19 menentukan tingkat kesembuhan pasien. Kejujuran warga melapor, merinci gejala, memeriksakan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat juga menjadi kunci keberhasilan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Untuk pasien di rumah sakit, supaya konsentrasi pada proses penyembuhan, dan tidak melakukan upaya menggunakan bahan/obat di luar medis.

Di sini kata Erwin, pentingnya relawan pendamping, dalam membantu menyelesaikan Covid dari sisi non medis, yakni sosial ekonomi dan kesehatan lingkungan.

Menjawab beberapa pertanyaan dari para penyintas, dr Erwin juga memaparkan tentang kondisi mereka yang tanpa gejala, 14 hari sudah aman dan tidak membahayakan asalkan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan benar.

“Kemungkinan terpapar bagi penyintas masih bisa terjadi apabila abai dan lalai dalam menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

Penanggungjawab RSLI, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp.BTKV. dr Nalendra mengingatkan pentingnya para penyintas dan masyarakat untuk saling membantu agar pandemi segera selesai dan lonjakan pasien bisa dikurangi.

Masyarakat diharapkan agar tetap mematuhi prokes, dan menjaga kondisi karena Rumah Sakit banyak yang penuh.

Kata dia, mengingatkan bahwa donor plasma sangat dibutuhkan, namun tidak bisa dipenuhi sembarang orang (hanya penyintas yang bisa).

Eksistensi Mereka Sangat Berharga

Maka dari itu eksistensi mereka sangat berharga. Dr Nalendra berharap acara ini bisa kontinyu, memotivasi dan mengajak lebih banyak penyintas untuk berkontribusi.

Acara kemudian dilanjutkan launching Komunitas Pendonor (Komnor) ditandai dengan penyerahan secara simbolis, kartu anggota Komnor Plasma Konvalensen.

Di awal kegiatan ini lebih dari 36 penyintas Covid-19, ikut donor dan 12 orang diantaranya memenuhi kriteria, sehingga dilakukan screening, dan pengambilan specimen darah.

“Untuk proses pengambilan sampel darah dijalankan oleh tenaga kesehatan/paramedis dari UTD PMI Kota,” jelasnya.

Ada tujuh personel melaksanakan pengambilan enam ampul specimen darah calon pendonor.

Apabila hasil uji specimen dinyatakan memenuhi kriteria, satu atau dua hari kemudian calon pendonor akan dihubungi pihak PMI,

Bagi yang tidak lolos sejak awal maupun pasca screening, masih berpeluang untuk menjadi pendonor.

Keinginan Penyintas Masih Bisa Dikanalisasi

Semua dr Agi Harliani S dari UTD RSUD dr Soetomo pada sesi edukasi tentang donor darah. Keinginan para penyintas untuk bisa donor darah masih bisa dikanalisasi dan tidak harus melalui plasma konvalesen.

Untuk itu pada acara serupa minggu depan, disiapkan 1 unit transfusi darah PMI Kota Surabaya guna melayani donor darah lengkap para penyintas dan warga umum.

Sita Pramesthi, S. Si. Ketua Panitia ini berharap ke depan lebih banyak lagi penyintas yang ikut baik dari alumni RSLI maupun dari RS lainnya.

“Selain menambah mesin baru pengolah plasma, juga diberikan penghargaan kepada pendonor dan dukungan,” ujarnya.

Aksi ini dilakukan mengingat masih rendahnya potensi pendonor, di sisi lain kebutuhannya tinggi.

“Harus banyak melibatkan stakeholder dan mengupayakan kerjasama dengan donatur. Perusahaan dan potensi pendukung lainnya agar manajemen dan pelaksanaan plasma darah konvalesen semakin baik dan bermanfaat bagi banyak orang,” papar Sita mengakhiri penjelasannya.(ima/aka)