Dok ! Semua Fraksi Terima LKPJ TA 2020, Gubernur Khofifah: Terimakasih DPRD Provinsi Jatim

  • Whatsapp
Suasana sidang LKPJ TA 2020 Pemprov Jatim.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Dok ! Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Jatim Tahun Anggaran 2020 diterima secara aklamasi oleh seluruh Fraksi DPRD Jatim.

Terkait rekomendasi atas LKPJ itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua DPRD Jatim Kusnadi menandatangani penyerahan rekomendasi itu di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur, Senin (3/5/2021) sore.

Penandatanganan dan penyerahan rekomendasi atas LKPJ itu disaksikan Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bersama Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua P. Simanjuntak.

Menurut Gubernur Khofifah, proses penyerahan rekomendasi tersebut merupakan proses produktif DPRD Jatim melalui Pansus (Panitia Khusus) LKPJ 2020.

Khofifah mengapresiasi DPRD Jatim atas diterimanya LKPJ Gubernur Jatim TA 2020 dengan memberikan beberapa catatan. Selanjutnya rekomendasi akan digunakan untuk peningkatan kinerja Pemprov Jatim di kemudian hari.

“Ini menjadi masukan serius yang diikhtiarkan untuk peningkatan kerja dan kinerja di semua lini di Pemprov Jatim,” jelas Khofifah.

Sembilan fraksi DPRD Jatim, memberi rekomendasi agar ada perbaikan kinerja Pemprov Jatim ke depan. Salah satunya soal penanganan Covid-19, bidang kesehatan dan dampak sosial.

“Itu yang akan menjadi catatan-catatan untuk langkah ke depan. Tadi disebutkan bagian yang tidak terpisahkan dari rekomendasi DPRD,” ujar Khofifah.

Sebelumnya, LKPJ TA 2020 disampaikan beberapa capaian yang berhasil melebihi target meski di masa pandemi Covid-19. Capaian itu indikator kegiatan mencapai 91,99 % dari total 2.922 indikator kegiatan, sebanyak 2.722 target dapat dicapai Pemprov Jatim.

Bahkan, melebihi capaian 2019 yang berada di angka 79,45 %. Capaian tersebut juga diimbangi dengan capaian investasi yang tumbuh di kisaran 33,8 %.

Investasi Serap Tenaga Kerja

Dari itu Khofifah mengatakan, tumbuhnya investasi akan dapat menyerap tenaga kerja secara signifikan. Sehingga, angka pengangguran yang bertambah di tahun kemarin terserap maksimal.

“Dan ujungnya, harapan kita kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” jelasnya.

Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim selalu mengalami peningkatan setiap tahun. IPM Jatim 2020 sebesar 0,21 poin jika dibandingkan 2019, peningkatan tertinggi se Jawa.

Laju perekonomian di Jawa Timur juga mengalami kontraksi sebesar 2,39 %. Angka ini dinilai baik dibanding se Jawa. Bahkan PDRB Jatim mampu berkontribusi 24,80 % setelah DKI Jakarta atau kontribusi II nasional setelah DKI Jakarta yaitu sebesar 14,57 % terhadap PDB Nasional.

Soal target pendapatan asli daerah Pemprov Jatim pada PAPBD 2020 sebesar Rp. 15,44 triliun. Dalam realisasinya, pendapatan yang didapat Rp. 17,95 triliun atau 116,2 %.

Untuk belanja daerah yang telah direalisasikan sebesar Rp 32,28 triliun atau 93,41 % dari target belanja daerah sebesar Rp. 34,56 triliun. Sementara realisasi belanja tahun 2019 tercatat 89,38 %, tahun 2018 tercatat 92,23 % dan tahun 2017 tercatat 93,34 %.

Capaian Belanja Tahun 2020 ‘Tertinggi

“Dengan demikian capaian realisasi belanja tahun 2020 tercatat tertinggi sejak 2017,” urainya.

Sehingga, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun APBD Jatim TA 2020 telah mengakomodir tuntutan perkembangan kondisi terkini. Khususnya terkait dampak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020.

Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan refocussing program di seluruh OPD sebesar Rp. 2,38 triliun lebih diambil dari efisiensi belanja daerah OPD untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp. 1,21 triliun lebih dan sisa alokasi belanja tidak terduga sebesar Rp. 90,26 Miliar lebih.

“Hasil refocussing tersebut dialokasikan pada belanja untuk tenaga kesehatan sebesar Rp. 11 milyar, belanja barang dan jasa untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp. 128,52 Milyar lebih, belanja bantuan sosial sebesar Rp. 108,18 milyar lebih dan belanja tidak terduga sebesar Rp. 1,31 triliun lebih,” urai Khofifah.

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk, Social Safety Net sebesar Rp. 995,04 miliar berasal dari bantuan tidak terduka (BTT) sebesar Rp. 565,66 miliar lebih, penyediaan bantuan sosial sebesar Rp. 108,18 miliar lebih dan sisanya berasal dari refocussing dan realokasi dari OPD yang memiliki tugas pokok dan fungsi sosial kemasyarakatan.

Angka Produksi Jatim Meningkat

Gubernur Khofifah pun memaparkan, angka produksi padi di Jatim menurut BPS meningkat dan menduduki posisi pertama di Indonesia. Maka dia terus mendorong Bulog untuk menyerap gabah dan beras semaksimal mungkin.

Berdasarkan data BPS Jatim yang dirilis Maret 2021, tercatat produksi padi pada 2020 mencapai 9.944.538 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Kondisi tersebut naik 363.6000 ton atau 3,97 % dari tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, Jatim menjadi penyumbang 18,2 % produksi padi nasional sekaligus tertinggi di Indonesia.

“Substansi dari LKPJ TA 2020 menjadi penting, karena nantinya akan digunakan untuk mengukur capaian dalam implementasi RKPD 2020, yang merupakan penjabaran tahun kedua pada RPJMD 2019-2024,” jelasnya.(ima/aka)