Dinas PUPR Hambat Perbaikan Pipa PDAM Bocor, Warga: Percuma Ada Pemda !

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mojokerto bocor. Air meluber percuma ke jalan beton. Ironisnya, kebocoran itu dibiarkan sudah terlalu lama, sejak Desember 2020.

Hingga hari ini, Senin, 17 Mei 2021 air masih meluber, dan menggenang ke jalan raya itu. Tepatnya di Jalan Diponegoro (depan SMK Negeri 1 Jatirejo), Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga

Nampak, air terbuang percuma, mubazir. Sementara, menjelang musim kemarau ini air bersih di kawasan Kabupaten Mojokerto, biasanya menipis. Apalagi air suplainya berasal dari kawasan ini. Entah kenapa Pemerintah Daerah tutup mata.

M. Edo (30) warga setempat mengatakan, bahwa air itu sayang terbuang percuma begitu saja. Warga sebenarnya risih dan khawatir kualitas jalan akan rusak. Meskipun jalan sudah dibeton atau cor. Namun, penampang tanah yang terus menerus tergerus air lama kelamaan akan merusak jalan.

“Ini air akan bisa merusak jalan. Kalau dari sisi ekosistem ini sudah timpang. Kalau dari sisi sosial, Pemkab tidak perduli. Ada ego sektoral di situ. Jika soal anggaran, akan membuang banyak anggaran perbaikan,” ujarnya.

Sejumlah warga akhirnya sejak Januari 2021 melaporkan ke PDAM Kabupaten Mojokerto. Alhasil disampaikan bahwa mereka (PDAM) tidak bisa mengerjakan kebocoran itu karena izin terhambat di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mojokerto.

“PDAM itu ngakunya izin dari PUPR belum turun karena akan bongkar jalan cor,” ujar Edo, warga setempat.

Pemkab Dianggap Tidak Kompak

Warga akhirnya berkesimpulan bahwa kinerja pemerintah Kabupaten Mojokerto kurang kompak. Masih ada ego sektoral. Masih mementingkan dinas padahal kebutuhan sudah mendesak. Seharusnya, kepentingan darurat sudah harus bisa diprioritaskan.

“Kalau begini, warga pun jangan salahkan curiga kalau sengaja diolor dan dihambat agar ada proyek baru. Mungkin bocor kecil itu belum menguntungkan jika dikerjakan,” ujarnya lagi mengeluh.

Sudah hampir enam bulan kebocoran pipa itu dibiarkan. Sejumlah pihak baik desa, kecamatan dan pemangku wilayah tingkat bawah tidak bisa berbuat banyak. Apalagi bicara soal teknis dan anggaran. Belum lagi prosedur recovery, perawatan dan pemeliharaan proyek.

“Kalau adanya Pemerintah Daerah tidak bisa cepat menyelesaikan masalah, ya buat apa ada pemerintahan, menghabiskan anggaran belanja pegawai saja,” ujar warga lain, Purwanto.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat masih belum memberikan jawaban terkait kebenaran hal tersebut.”WA dulu biar bisa nyiapkan materinya,” tukasnya.(din/aka)