Di Situbondo, Khofifah Minta Akselerasi Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam arahannya di acara sertijab Bupati di Situbondo.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SITUBONDO – Situbondo, kabupaten ke-5 dari 17 Kabupaten/Kota yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam agenda serah terima jabatan (Sertijab) kepala daerah.

Baca Juga

Di Situbondo, Khofifah, meminta kepada Bupati dan Wabup Situbondo meningkatkan akselerasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, terutama sektor unggulan pertanian, kehutanan dan perikanan.

Tak boleh dilupakan sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan, asuransi, jasa pendidikan yang diyakini dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi, baik di desa maupun kota.

Strategi Kerjasama Antar Daerah (KAD) dalam pengembangan kawasan harus mampu mendorong sektor unggulan.

Khofifah yakin Bupati – Wabup bisa mempercepat penurunan kemiskinan Situbondo yang mencapai 12,22 persen atau 83.740 pada 2020, naik dari tahun 2019 sebesar 11.20 persen.

Menurut kaca mata Gubernur, kemiskinan di Situbondo diwarnai berbagai kearifan lokal berbasis sosial budaya yang kompleks, mulai dari hutang di tengah masyarakat dan pernikahan usia dini.

Harus Siapkan Lapangan Kerja

Bupati Karna Suswandi, ST, kata Khofifah, harus menyiapkan penyediaan lapangan kerja dan penciptaan ruang sosial yang dapat menghargai prinsip kebhinekaan.

Dia mengingatkan, agar Pemkab Situbondo mampu menyelaraskan program daerah, pusat, dan provinsi, RKP dan RKPD 2021.

Bidang investasi, Khofifah menegaskan, Pemkab Situbondo harus lebih memprioritaskan layanan perizinan di sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) guna menggaet investasi, dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih bergeliat.

Di hadapan Kiai dan Tokoh masyarakat yang hadir, Khofifah mengajak keterlibatan peran kiai dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Situbondo yang ada di bawah rata-rata Jawa Timur yakni 67,38%, serta menyandang presentase kemiskinan di atas Jawa Timur rentang 9-15% (12,22%).

Upaya gotong – royong dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dan keterlibatan para kiai dan tokoh masyarakat di Situbondo mutlak dibutuhkan.

“Mohon izin kepada para Kiai dan Tokoh masyarakat untuk bersama mendongkrak IPM sehingga daya saing masyarakat Situbondo naik. Kami akan terus mendorong agar IPM Situbondo bisa meningkat,” ungkapnya.

Percepat Selingkar Ijen

Usai acara, Gubernur Khofifah kepada wartawan, juga meminta agar proyek Selingkar Ijen mendongkrak ekonomi pariwisata implementasi Perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jatim.

Lima skala prioritas amanah Perpres harus dilaksanakan Pemprov Jatim dan Pemkab Situbondo, salah satunya Selingkar Ijen yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) wilayah Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso.

Selingkar Ijen akan menjadi kawasan wisata alam berdaya pikat tinggi karena memiliki keunggulan fenomena alam yang sulit dicari di tempat lain.

Harus Bergerak Cepat

“Kita harus gerak cepat menyingkronkan kembali antara Project Management Office (PMO) di Bappeda Jatim dan PMO tingkat pusat ada di Kemenko Perekonomian. Saat ini Selingkar Ijen, Situbondo termasuk salah satu program strategis nasional ,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suswandi MM mengatakan, misi dan program membangun Situbondo beriman dan keberagaman melalui peningkatan kesejahteraan guru ngaji dan pendidikan keagamaan dan membangun kota santri Pancasila.

Misi lain, membangun Situbondo sehat, cerdas, dan meningkatkan peran perempuan, kualitas layanan kesehatan, kesejahteraan tenaga medis, pengembangan beasiswa Situbondo Cerdas hingga perguruan tinggi.

Bupati Karna, komit membangun infrastruktur, ekonomi yang berkeadilan dan berdaya saing lewat peningkatan aksesibilitas infrastruktur penunjang ekonomi, pembangunan kawasan unggulan minapolitan dan agropolitan.

“Termasuk membangun pemerintahan yang profesional, bersih dan tangguh lewat program smart goverment, birokrasi bebas korupsi dan bersih dari jual beli jabatan hingga memberikan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD),” pungkasnya.

Sekadar diketahui, prosesi penyerahan jabatan diawali dari Pelaksana Harian Bupati (Plh) yang juga Sekda Situbondo Syaifullah kepada Bupati Situbondo Drs. H. Karna Suwandi M.M. dan Wakil Bupati Hj. Khoirani, S.Pd M.H dan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Situbondo Edi Wahyudi SH dalam rapat paripurna istimewa, di Pendopo, Selasa (2/3/2021) siang. (ima/aka)