Desa Senduro, Desa Kerukunan, Khofifah: Referensi Kehidupan Kebhinekaan Terjaga Baik

  • Whatsapp
Senduro Desa Kerukunan
Khofifah saat bertandang ke Senduro Lumajang
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA –  Desa Senduro, dikukuhkan sebagai Desa Sadar Kerukunan tahun 2020 oleh Kementerian Agama RI. Karena di Desa ini, terdapat satu Pura terbesar. Uniknya warga di sekitarnya beragama Islam. Namun tidak pernah ada konflik terjadi.

BACA JUGA: Sumbang PDRB 29 Persen, Sektor Pertanian Banyuwangi Masih Jadi Sektor Unggulan

Baca Juga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (27/9/2020) hadir di Senduro, Lumajang.

Khofifah memberikan bantuan penerapan protokol kesehatan untuk tempat ibadah, baik untuk Pura, dan Masjid yang ada di wilayah Senduro, di aula tempat pertemuan di Pura Senduro.

Bersama dengan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, M. Zayadi, serta ditemani Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat, serta pemuka agama Islam dan Hindu, Khofifah meninjau beberapa spot lokasi peribadatan di Pura.

“Sekiranya dari satu setengah bulan  lalu, Pak Kanwil Kemenag, memberi penghargaan terhadap desa desa, yang sudah memberikan referensi seduluran yang kuat,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

Kata dia, kerukunan warga Senduro ini sudah teruji selama ini.

Referensi Kerukunan Antar Umat Beragama

Keseharian masyarakat budaya saling menghormati sangat terjaga harmonis.

Untuk itu Khofifah mengajak Kanwil Kemenag, untuk melihat secara langsung kerukunan di Senduro.

“Menariknya di sini bisa jadi referensi bahwa masyarakat yang memiliki homestay di sini rerata pemeluk agama Islam, mereka menerima tamu umat Hindu dari Bali, toleransinya tinggi,” tukasnya.

Ditambahkan, keberadaan warga Desa Senduro ini bisa menjadi referensi kerukunan antar umat beragama.

Khofifah mengajak FKUB jika ada yang ingin mengetahui bagaimana antar umat beragama hidup rukun berdampingan di Jatim adalah di Desa Senduro, Lumajang.

“Suatu bukti nyata dan bisa menjadi referensi bagi kerukunan antar umat beragama untuk tempat tempat lain,” katanya.

Presiden RI Jokowi, seringkali mengungkapkan kekayaan budaya dan suku bangsa Indonesia dengan 714 Suku. Tiap suku memiliki adat, tradisi, dan bahasa yang berbeda.

BACA JUGA: Provinsi Jatim dan 23 Kabupaten/Kota Penerima WTP 5 Kali Berturut- turut Terbanyak Nasional

Maka, kata Khofifah, mereka harus saling memberikan kesepahaman dari berbagai perbedaan yang muncul antar Suku.

Khofifah menegaskan bahwa kehidupan kerukunan beragama dan kebhinekaan yang tinggi sangat antusias dan semangat saling berbagi kasih sayang.

“Referensi daerah kebhinekaan ya di Desa Senduro, Lumajang ini,” ujarnya.(ima)