Covid-19 Jatim: Kesembuhan Meningkat, Rata-rata Positif Turun

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM- SURABAYA- Upaya jajaran Forkopimda Provinsi Jatim mulai dari sosialisasi, edukasi, testing, tracing, treatment dan operasi yustisi pelanggaran protokol kesehatan berhasil menurunkan rerata kasus suspect Covid-19 di Jatim.

Baca Juga

Bahkan, angka kesembuhan atau recovery rate Covid-19 di Jatim menurun.

Jika sebelumnya, positivity rate mingguan di Jatim per bulan Juli sempat mencapai 31%, per minggu ini positivity rate sudah turun menjadi 16%.

“Alhamdulillah, kurva jumlah testing PCR harian di Jawa Timur terus konsisten naik. Kenaikan jumlah tes ini juga diikuti dengan penurunan positivity rate. Ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan testing dan isolasi mulai membuahkan hasil,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Terkait treatment, menjadi provinsi dengan kesembuhan tertinggi di Pulau Jawa.

Per Selasa sore, kesembuhan telah mencapai 82,04% setara dengan 33.978 orang jauh diatas rata- rata nasional yang tercatat 72,9 persen.

Saat ini pasien konfirmasi yang dirawat di Jatim sebanyak 4.424 pasien setara 10,68 persen.

Jumlah bed isolasi juga tercatat tertinggi di Indonesia yakni 6.611 bed dan ICU sebanyak 860 bed.

Jatim saat ini sangat agresif dalam menambahkan bed isolasi, bulan Maret hanya memiliki 44 RS Rujukan dengan 565 bed, saat ini sudah ada 127 RS Rujukan dengan 6.611 bed.

Saat ini dari pasien dirawat sebanyak 2.157, kesembuhan 1.994 pasien dan meninggal nol persen yang dirawat di RS Darurat Lapangan Indrapura.

“Untuk Malang Raya saat ini sedang kami siapkan RS Darurat Lapangan direncanakan 306 tempat tidur, dengan menggunakan gedung Polkesma,” jelas mantan Mensos RI ini.

Upaya gigih Forkopimda terlihat dari bisang edukasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi oleh para penyintas COVID-19 dari RS Lapangan Indrapura.

Edukasi Bermasker Rutin Dilakukan

“Edukasi bermasker rutin dilakukan setiap minggu, kami sudah keliling ke Kota Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung, Bojonegoro dan Malang Raya. Minggu lalu edukasi penggunaan masker yang benar 3 apply. Jika masker scuba, harus dua lapis dan diselingi tisu,” ujar Khofifah, di Grahadi, Selasa.

Terkait testing di Jatim, Gubernur Khofifah menjelaskan, per hari ini, Selasa (22/9/2020) upaya testing rapid test sebanyak 933.082 telah dilakukan, dan sebanyak 288.304 test PCR.

Angka rapid test ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Sedangkan test PCR dalam periode Mei – September 2020, test PCR tertinggi kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Untuk optimalisasi pengobatan juga akan dilakukan dengan mengacu kepada pedoman Kemenkes dan organisasi profesi.

Selanjutnya, untuk mencegah obat yang habis, early warning sistem akan dikembangkan guna memastikan kebutuhan obat cukup untuk menurunkan kematian di ICU isolasi.

Ditambahkan untuk mitigasi risiko COVID-19 pada tenaga medis, Pemprov Jatim bersama Satgas Kesehatan BNPB akan menyiapkan fasilitas penginapan bagi dokter dan nakes yang berdinas di RS Rujukan dan memastikan nutrisinya tercukupi.

“Nakes juga diharapkan untuk selalu memperhatikan patient safety dengan memperhatikan jam kerja supaya tidak kelelahan dan tidak terjadi human error,” ujarnya lagi.

Test swab kepada tenaga kesehatan khususnya yang merawat COVID-19 langsung juga harus dilakukan rutin.

Selanjutnya, rekrutmen relawan  nakes khususnya tenaga yang baru lulus juga dipertimbangkan guna meringankan beban nakes.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60