Cantiknya Batik Karangwungu, Perpaduan Batik Tulis dan Ciprat Magetan

  • Whatsapp
Cantiknya batik Karangwungu
Para ibu-ibu menggarap Batik Karangwungu dengan motif daun, Jumat (1/1/2021).Foto: Riyanto/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MAGETAN- Cantiknya batik Karangwungu dari Poncol Magetan. Ini merupakan kreasi kain batik tulis yang dipadupadankan dengan teknik ciprat khas Kabupaten Magetan. Bernama batik Karangwungu, menonjolkan motif dedaunan tanaman khas setempat, Desa Cileng Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan.

BACA JUGA: Ini Aturan Jam Malam di Magetan, Berlaku hingga 8 Januari 2021 – nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Pesawat Tanpa Awak Jatuh di Ngariboyo Magetan – imperiumdaily.com

Menurut Bu Teguh lahirnya batik karangwungu motif tanaman daun ubi, daun sirih dan daun pepaya. Lantas dipadukan dengan teknik ciprat. Kreasi ini berawal dari pandemi COVID-19 yang tak kunjung selesai. Berdampak kepada penghasilan suami.

“Selama pandemi COVID-19 kurang lebih 9 bulan ini. Ibu-ibu di desa benar-benar merasakan dampak ekonomi. Penghasilan suami berkurang sedang kebutuhan hidup terus berjalan. Saya dan ibu-ibu terdekat memutar otak. Agar dapat membantu menambah penghasilan suami,” terangnya kepada nusadaily.com saat ditemui di Balai desa setempat, Jumat (01/01/2021).

BACA JUGA: Akar Tradisi Patah Hati : KISAH KASIH ARKHAIS “PATAH HATI” DALAM SUSASTRA JAWA KUNA – Dangdutpro.com

BACA JUGA: Mojo Batik Festival, Angkat Batik Motif Raja Tribhuwana Tunggadewi – Noktahmerah.com

Ia berenam sepakat untuk meminta diajari para pembatik yang sudah terkenal dan menjadi icon Magetan sebelumnya. Yaitu dari para pembatik Sidomukti Plaosan.

” Setelah kami rasa bisa, kemudian kami berenam membuat batik. Dua dalam satu kain yaitu tulis dan ciprat. Dengan motif daun sirih daun ubi jalar dan daun pepaya. Tanaman khas desa kami, lahir di tengah pandemi, ” jelasnya.

BACA JUGA: Bank Sampah ‘Gemes’ Gresik Jadi Percontohan Kota Lain, Kuncinya adalah Niat – Javasatu.com

Batik Karangwungu Butuh Dukungan Pemkab Magetan

Dalam sehari ibu-ibu ini mengaku baru dapat membuat satu sampai dua potong kain batik tulis ciprat. Karena terkendala cuaca dan jumlah perajin.

Satu potong kain batik karya mereka dijual Rp 165 ribu per potong. Menurutnya, lumayan dapat menyambung ekonomi di tengah sulitnya pandemi.

Saat ini kain batik Karangwungu dari Desa Cileng tersebut, mulai banyak yang memesan. Baik dari instansi pemerintah maupun BUMN. Sebab motifnya unik tulis dan ciprat jadi satu dengan tema dedaunan khas lokal.

”Alhamdulillah kita dapat pesanan ratusan potong dari BUMN seperti Perbankan. Instansi Kecamatan dan para guru. Saat ini sedang kami kerjakan,” imbuhnya soal cantiknya batik Karangwungu.

Selain itu, usaha ibu-ibu ini juga mendapat dukungan dari pihak desa Cileng. Lanjut Bu Teguh, agar para ibu-ibu di desanya punya penghasilan di tengah pandemi ini.

” Saya dan teman-teman berharap, dukungan dari pemerintah kabupaten Magetan. Agar usaha bisa terus berkembang dan dikenal seperti batik-batik khas Magetan yang sudah ada. Seperti batik pring sedapur Sidomukti, batik ciprat Simbatan, batik Parang selo Pragak dan batik ciprat gepyok Gebyok, ” pungkasnya.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60