Bupati Sidoarjo Pastikan Stok Beras di Sidoarjo Aman untuk Ramadhan

  • Whatsapp
Bupati Sidoarjo
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali meninjau ketersediaan beras di Gudang Perum Bulog Cabang Surabaya Utara di Kecamatan Buduran Sidoarjo bersama Direktur bisnis Perum Bulog Pusat Febby Novita, Rabu (7/4/2021).
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SIDOARJO- Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali meninjau langsung stok beras untuk masyarakat Sidoarjo. Yakni di Gudang Perum Bulog Cabang Surabaya Utara di Kecamatan Buduran Sidoarjo.

BACA JUGA: 50 IKM Sidoarjo Siap Ekspor Produknya di Pasar Asia dan Timur Tengah, Ini Janji Bupati – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: RSUD Sidoarjo Kirim Tim Medis Bantu Masyarakat Terdampak Bencana di NTT – Imperiumdaily.com

“Kunjungan ke bulog hari ini untuk mengecek ketersediaan stok beras dan memastikan adanya cadangan beras beberapa bulan kedepan. Apalagi menjelang Ramadhan, beras kita harus aman,” Kata Gus Muhdlor yang didampingi langsung Direktur bisnis Perum Bulog Pusat Febby Novita. Rabu (7/4/2021).

Dalam kunjungannya tersebut diketahui, cadangan beras di Gudang Perum Bulog Cabang Surabaya Utara di Kecamatan Buduran Sidoarjo kurang lebih 43.000 ton.

“Kita masih bisa antisipasi jika terjadi kekurangan beras di masyarakat dalam menghadapi bulan ramadhan ditengah pandemi covid-19,” ujar Bupati Sidoarjo.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Perum Bulog Pusat Febby Novita menyampaikan, bahwa ia datang ke Jawa Timur dalam rangka melakukan pendekatan kepada kepala daerah untuk membangun kerjasama.

Sinergi antara Perum Bulog dengan Pemerintah Sidoarjo dengan tujuan beras dari petani dapat langsung diserap oleh Bulog.

“Stok beras di Jatim melimpah, harapannya ASN (Aparatur Sipil Negara) di Sidoarjo bisa menyediakan beras dari Bulog. Jadi dari Sidoarjo untuk Sidoarjo,” ujarnya

Lebih lanjut, Febby menunjukkan beberapa mesin baru yang bisa memfasilitasi penyerapan beras dari petani agar bisa terolah sesuai dengan spesifikasi maupun kualifikasi yang telah ditentukan dalam Permendag No.24 Tahun 2020.

“Proses edukasi dan penyuluhan tentang kualitas beras atau gabah sangat penting. Agar beras yang dihasilkan dapat diserap sesuai dengan syarat yang telah ditentukan,” ungkapnya.(ful/cak)