Bupati Malang Instruksikan Rumah Sementara Korban Gempa Diperluas

  • Whatsapp
Bupati Malang instruksikan
Sekda Kabupaten Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat MM
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Bupati Malang instruksikan rumah sementara korban gempa diperluas. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Wahyu Hidayat, Jumat (16/4/2021). Ia memaparkan terkait beberapa perubahan dari Bupati Malang Sanusi mengenai luas rumah sementara tersebut.

BACA JUGA: Anak-Anak Korban Gempa Kabupaten Malang Terima Bantuan Alat Belajar – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Pemkab Malang Pakai BTT untuk Bangun Rumah Sementara Korban Gempa, Budget Rp 14 Juta Per Unit – Imperiumdaily.com

“Mengenai proses pembangunan rumah, sedikit demi sedikit ada pembaharuan. Diinstruksikan oleh pak Bupati, yang tadinya kita sepakati ukurannya 4×6 setiap rumah. Tapi berubah menjadi 6×8,” tegas Wahyu.

Wahyu melanjutkan, sesuai hasil rapat dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Cipta Karya (DPKPCK) tempo lalu. Untuk rumah ukuran 4×6 dianggarkan sejumlah Rp 15 Juta. Sedangkan untuk ukuran 6×8 dianggarkan sejumlah Rp 20 Juta.

“Anggarannya sudah diplot plot kan berapanya. Karena ini bangunan tempat tinggal sementara (klenengan). Nantinya akan didahulukan pembangunannya. Itu sesuai daerah terparah tingkat kerusakannya,” pungkasnya soal rumah sementara.

Rumah Rusak Berat Terbanyak di Jogomulyan

Sementara itu, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Yang paling tinggi dampak kerusakan rumah, terletak di Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo dengan jumlah 151.

“Setelah Desa Jogomulyan, kemudian akan bertahap prosesnya. Pembangunannya sampai ke daerah yang terkecil dampak kerusakan rumahnya,” bebernya soal rumah rusak.

Tak lupa, Wahyu juga selalu memantau proses validasi rumah rusak. Sampai hari ini, Jumat (16/4/2021) sudah mencapai 90 persen.

“Proses validasi terus kami pantau, dan ini satu pintu ya melalui BPBD semua, sudah pada angka 90 persen lah. Tapi akan terus bertambah sebab masih terus dihitung. Dengan segala kendala yang ada di lapangan seperti sarana prasarana dan SDM kita. Tapi yang terpenting proses ini tetap berlanjut,” urainya terkait rumah.

Dilaporkan BPBD, angka kerusakan rumah berat sudah menembus angka di atas 1.000.

“Berdasarkan perintah pak bupati, berapapun yang terdata kita harus secepat mungkin update ke BNPB. Seperti serahkan foto rumah juga supaya BNPB dapat memperkirakan berapa jumlah bantuan yang akan disalurkan. Ini perlu dilakukan supaya tepat sasaran,” Wahyu menegaskan Bupati Malang instruksikan soal update data.(aje/cak)