Bupati Faida Kebelet Lantik Dirut PDAM Meski 13 Hari Lagi Lengser

  • Whatsapp
Bupati Faida disebut-sebut bakal melantik lagi Ady Setiawan yang dekat dengannya itu sebagai Dirut PDAM. (nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Kehebohan di Kabupaten Jember tidak ada habis-habisnya. Terkini, Bupati Jember, Faida disebut-sebut kembali memancing kontroversi lewat kebijakannya.

Baca Juga

Kendati masa jabatan politisi perempuan itu tersisa dalam hitungan hari, tapi dia dikabarkan bakal langsung melantik Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk masa jabatan 5 tahun kedepan.

Bakal memicu kontroversi lantaran Dirut PDAM dipilih lewat penunjukan, bukan melalui proses lumrahnya lewat seleksi terbuka atau open bidding.

Rumor itu terus berhembus kencang. Sedngkan, Faida masih bungkam saat dimintai konfirmasi. Namun, justru kabar tersebut dibenarkan oleh bekas Dirut PDAM Jember, Ady Setiawan.

“Diinformasikan ke saya ada SK (surat keputusan) untuk Dirut, besok pelantikan,” kata Ady menjawab pertanyaan nusadaily.com pada Kamis, 4 Pebruari 2021.

Menurut dia, rencananya pelantikan berlangsung dalam Gedung Hazora, di Jalan Trunojoyo, Kaliwates pada Jum’at 5 Pebruari 2021.

“Tidak tahu siapa yang dilantik, saya atau orang lain. Apakah Dirut definitif atau Plt (Pelaksana Tugas). Dewan Pengawas yang meminta menyiapkan tempat,” bebernya.

Calon Direktur PDAM Enggan Berkomentar

Ady mengaku enggan besar kepala meski desas-desusnya menyebut dirinya yang bakal dilantik untuk menjabat kembali setelah habis masa jabatannya pada 1 Pebruari 2021 lalu.

“Saya jangan sampai kegeeran. Saya datang ke pelantikan dalam rangka peresmian Gedung Hazora,” ucap suami dari jaksa Siti Mutiatin itu.

Mengenai tiada open bidding, Ady menganggap bukan masalah. Disamping lewat seleksi terbuka, lanjutnya, dala ketentuan Permendagri nomor 37 tahun 2018 diatur tentang Dirut PDAM lama seperti dirinya bisa diperpanjang lagi oleh bupati atas dasar rekomendasi dari Dewan Pengawas.

Walaupun beleid tersebut idealnya juga mengatur ketentuan adanya open bidding yang digelar 3 bulan sebelum Dirut PDAM lengser. “Kemarin sempat mau adakan seleksi sebelum September 2020, tapi tidak jadi,” ungkapnya.

Ketua Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto menilai kejadian ini sarat kepentingan terselubung. “Bupati Jember kebelet. Pasti ada yang disembunyikan melantik Dirut PDAM saat mau lengser. Dia sangat tidak etis menutup kesempatan Bupati Jember yang baru nanti melakukan penataan,” tukasnya.

Legislator Partai NasDem itu mengingatkan pada publik bahwa sebelumnya ia telah menggagalkan rencana rapat tertutup membahas open bidding dengan mengusir Plt Kabag Ekonomi, Penny Artha Medya yang ditunjuk sehari menjabat oleh Faida. (sut/aka)