Buka Konferwil 2 AMSI Jatim, Khofifah: Konten Berita Sehat Parameter Indeks Demokrasi

  • Whatsapp
media amsi
Gubernur Jawa Timur membuka Konferwil 2 AMSI Jatim yang digelar di Kota Batu mulai 24-25 Oktober 2020. (istimewa)
banner 468x60

KOTA BATU – Konferwil 2 Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim di Kota Batu resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu siang (24/10). Koferwil 2 AMSI Jatim kali ini mengangkat tema ‘Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat’.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menuturkan dalam terminologi Arab, istilah “amsi” bermakna kemarin. Tapi dalam konteks perkembangan dunia digital, AMSI merupakan industri masa depan. Perkembangan dunia digital merubah tatanan kehidupan, begitu juga dengan industri media yang banyak melakukan konvergensi di arus digital.

Baca Juga

BACA JUGA: Khofifah Hadiri Konferwil 2 AMSI Jatim di Kota Batu Pagi ini

Khofifah sependapat dengan pendapat Ketua AMSI Pusat Wenseslaus Manggut yang disampaikan secara virtual dalam Konferwil 2 AMSI Jatim. Wenseslaus Manggut mengatakan disrupsi informasi di era digital tak lepas dari konten-konten berita bohong maupun ujaran kebencian yang lambat laun bisa mengikis kohesi sosial.

Khofifah menilai, tema yang diusung dalam Konferwil 2 AMSI Jatim serta narasi yang dikonstruksi Wenseslaus, sangat relevan menjelang peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 10 November nanti.

Tonggak Sumpah Pemuda bisa memanggil memori kolektif seluruh bangsa untuk menjaga elan persatuan dan kesatuan bangsa. Namun konten-konten seperti berita bohong dan ujaran kebencian akan membuyarkan persatuan dan kesatuan yang diserukan dalam momen Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 1928 silam.

“Kalau tidak dirajut kembali, ujaran kebencian akan membuyarkan persatuan. Pesan persatuan dan kesatuan sangat kuat disampaikan Ketua AMSI Pusat. Apalagi berdekatan dengan peringatan Sumpah Pemuda dan 10 November,” kata Khofifah.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial itu mendorong agar dalam konferwil AMSI yang digelar di Kota Batu, disusun rumusan memproduksi konten berita yang sehat. Momentum ini sangat positif untuk mengikat rasa persatuan dengan konten berita sehat melalui peran AMSI.

BACA JUGA: Kongres II AMSI Soroti Soal Hoaks dan Ujar Kebencian

Lebih lanjut, ia mengatakan indeks demokrasi Indonesia dipengaruhi oleh pemberitaan media massa lokal sebagai salah satu variabel penilaian.

Seiring perkembangan zaman, media massa tak melulu hanya terpaku pada produk media massa cetak. Karena, menurut Khofifah, selama ini BPS Pusat masih menggunakan paradigma lama, yakni berpedoman pada media massa cetak sebagai parameter menentukan indeks demokrasi Indonesia.

“Maka AMSI perlu mendorong BPS Pusat, agar industri media massa digital bisa masuk sebagai parameter dalam mengukur indeks demokrasi. Konten berita yang sehat, media yang kuat, industri yang hebat maka demokrasi akan berkualitas,” seru Khofifah.(wok/lna)

Post Terkait

banner 468x60