BMKG: 25 Wilayah di Jatim Berpotensi Banjir Bandang

  • Whatsapp
BMKG
Ilustrasi - Tanah Longsor di Madiun. Petugas gabungan membersihkan reruntuhan tanah longsor di Desa Kepel, Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (4/2/2021). (Antara Jatim/Siswowidodo/zk.)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir bandang sebagai dampak dari hujan lebat di 25 wilayah kabupaten atau kota di Jawa Timur. 

Kasi data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto di Sidoarjo, Senin, menjelaskan potensi banjir bandang tersebut sebagai peringatan dini berbasis dampak. 

Baca Juga

BACA JUGA: BMKG: Sebagian Jakarta Akan Hujan Disertai Petir – Nusadaily.com

“Info tersebut memang benar sebagai peringatan dini berbasis dampak,” katanya. 

Ia menjelaskan ke 25 wilayah kabupaten atau kota itu masing-masing, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Kota Pasuruan, Mojokerto, Kota Batu, Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo yang berstatus siaga.

Kemudian Lumajang, Kota Malang, Gresik, Kota Surabaya, Lamongan, Kota Mojokerto, Jombang, Bojonegoro, Nganjuk, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Tulungagung, Kota Blitar statusnya waspada. 

BACA JUGA: BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Laut di Malut Mencapai 6 Meter – Beritaloka.com

Dari data yang ada, lanjut dia, secara umum wilayah Jatim diperkirakan, berawan, hujan ringan-sedang, dan hujan lebat disertai petir. 

“Suhu udara berkisar antara 15 – 32 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara 60 – 100 persen. Selain itu, kecepatan angin dominan dari Barat – Barat Daya dengan kecepatan 05 – 40 kilometer perjam,” ucapnya. 

BACA JUGA: Peringatan BMKG: 5 Provinsi Siaga Banjir Dampak Hujan Lebat Hari Ini – Noktahmerah.com

Oleh karena itu pihaknya mengeluarkan peringatan dini potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat. 

“Kami juga terus berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat supaya lebih siap. Terutama terkait potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.(eky)