BKKBN Provinsi Jatim, Target 2021 Serapan BOKB Maksimal

  • Whatsapp
Suasana zoom meeting dengan Kaper BKKBN Provinsi Jatim persiapan Layanan KB 2021.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA–Pada 2020 serapan anggaran DAK Provinsi Jawa Timur belum berjalan baik. Pada 2021 ini Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menargetkan serapan dana BOKB akan berjalan dengan maksimal.

Baca Juga

“Tahun 2020 serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Jawa Timur belum menggembirakan. Total DAK Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 220.748.160.500, dengan rincian DAK fisik pagu 35,5 M dengan realisasi 25,3 M atau sekitar 70,71%. Sedangkan non fisik (BOKB) pagu 184,2 M realisasi 103 M atau 60,3%,” ungkap Sukaryo Teguh Santoso, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim.

Pandemi Covid-19 yang melanda selama 2020 menjadi penyebab utama tidak maksimalnya serapan anggaran tersebut.

“Pandemi Covid-19 diakui telah berpegaruh terhadap kinerja program dan anggaran 2020. Salah satunya adalah sistem pendukung pelayanan KB, dari sektor pembiayaan KB berubah seiring kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. Beruntung DAK tidak termasuk yang direfocusing,” ujar Teguh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dalam virtual meeting kesiapan pelayanan KB 2021.

Virtual meeting digelar sebagai upaya meningkatkan jumlah kepesertaan KB melalui optimalisasi penggunaan DAK-BOKB 2021 di Provinsi Jawa Timur.

Kata Teguh, Undang – undang No.52 tahun 2009 mengamanatkan agar setiap masyarakat memperoleh pemeliharaan dan perlindungan. Dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan termasuk pelayanan Keluarga Berencana (KB).

Pemerintah Pusat Mengeluarkan Kebijakan Pengalihan Pos Pembiayaan KB

Karena itu, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pengalihan pos pembiayaan KB dari penganggaran BKKBN ke dalam DAK – BOKB yang disalurkan langsung pada APBD Kab/Kota.

Sukaryo Teguh Santoso, menegaskan kebijakan pengalihan tersebut merupakan kebijakan pusat agar anggaran dapat dioptimalkan penggunaannya bagi kebutuhan masyarakat akan ber-KB.

Guna terlaksananya kebijakan tersebut maka diadakan koordinasi persiapan pelayanan KB 2021 yang akan didukung melalui anggaran BOKB.

“Kami sampaikan bahwa tahun 2021 postur BOKB salah satu menu nya adalah untuk dana penggerakan KB. Tentu ini diharapkan mampu dimanfaatkan dengan optimal untuk mencapai sasaran program kita,” beber Sukaryo Teguh.

Pada 2021 nanti Provinsi Jawa Timur telah diberikan anggaran DAK fisik sebesar 42,889 M sedangkan BOKB sebesar 209,751 M.

Di dalam anggaran itu terdapat kenaikan yang cukup besar untuk mendukung biaya penggerakan kesertaan ber-KB/ MKJP dengan total Pagu sebesar Rp 61,7 M.

“Kami informasikan bahwa Juknis DAK 2021 sudah diterbitkan. Penjelasan teknis tentang DAK 2021 yang akan disampaikan oleh Biro Perencanaan sangat tepat. Bila kita sikapi dengan merencanakannya lebih baik,” imbuhnya.

Dalam pertemuan virtual itu, hadir Koordinator Bidang KBKR, Waluyo Ajeng Lukitowati, S.St, MM yang menjelaskan secara teknis. Tentang persiapan pelayanan KB yang didukung DAK BOKB 2021 sesuai arahan pusat bahwa operasional pusat harus dilakukan pada Februari 2021.

“Saya berharap pertemuan ini kita bisa merundingkan langkah apa yang sekiranya mampu kita rumuskan. Agar penggunaan anggaran bisa maksimal,” ujarnya.

Kegiatan virtual meeting ini diikuti oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Bidang BKKBN Jatim. Koordinator Bidang KB Perwakilan BKKBN Jatim, dan jajarannya, Biro Perencanaan BKKBN Pusat. Serta seluruh Kepala Dinas dan/atau Kepala Bidang KB Dinas OPD KB Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.(ima/aka)