Birokrasi Bantuan Gempa Hambat Percepatan Penanganan,Warga Berharap Perhatian Donatur

  • Whatsapp
Birokrasi bantuan gempa
Relawan dan warga korban gempa Kabupaten Malang, bahu membahu membersihkan kerusakan akibat gempa.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Birokrasi bantuan gempa hambat percepatan penanganan di lokasi. Ya, tepat seminggu pasca gempa berkekuatan 6,1 SR pada Sabtu lalu, (10/4/2021) yang mengguncang wilayah selatan Kabupaten Malang. Rupanya hingga kini sebagian rumah yang mengalami rusak parah telah diratakan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

BACA JUGA: Trauma Healing Anak Korban Gempa Malang Andalkan Relawan, Dindik Belum Kirim Tenaga Khusus – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Disnaker Kabupaten Malang Pertemukan Pengusaha dan Buruh, Harmonis dengan Bukber – Nusadaily.com

Nantinya dibangun ulang rumah sementara, akan tetapi bahan material untuk pembangunannya tak kunjung tiba di lokasi. Untuk sementara, relawan memanfaatkan material yang ada. Seperti yang saat ini sedang diusahakan dalam pembenahan sejumlah bangunan yang rusak. Utamanya bangunan yangbukan kategori rusak berat.

“Jadi material yang ada, sementara ini digunakan untuk menambal tembok misalnya. Itu yang bisa dilakukan untuk saat ini,” Pengendali Posko Relawan Desa Majangtengah, Bambang Siswanto, Sabtu (17/4/2021) hari ini.

Bambang menambahkan agar segera ada uluran tangan dari sejumlah pihak. Agar beban masyarakat yang menjadi korban gempa bisa lebih ringan. Pasalnya, jika terus berharap bantuan dari Pemkab, harus siap menunggu. Sebab mekanisme dan prosedur yang dilalui untuk pengalokasian anggaran kepada korban gempa panjang.

“Karena kalau menunggu pemerintah ya kemungkinan lama. Dan itu juga melalui prosedur dan mekanisme. Makanya kamu juga menunggu uluran tangan donatur,” tandasnya terkait birokrasi bantuan gempa.

birokrasi bantuan gempa
Relawan terpaksa menambal tembok rusak akibat gempa dengan material seadanya.

Butuh Bantuan untuk Dahulukan Penanganan

Seperti halnya, di Desa Majangtengah Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Terdapat 474 rumah yang rusak akibat gempa. Saat ini, relawan yang berasal dari personel gabungan akan membangun tenda-tenda untuk dapat ditinggali warga.

“Ada sebanyak 53 rumah yang dinilai butuh untuk didahulukan diperbaiki. Itu memang roboh. Dan 14 diantaranya baru saja dirobohkan,” imbuhnya.

Bambang menjelaskan, saat ini sudah ada donatur yang memberikan bantuan tenda. Tenda tersebut rencananya akan didirikan, untuk dapat ditinggali minimal tiga keluarga dalam satu tenda. Dan setelah tenda tersebut didirikan, baru setiap keluarga secara berangsur akan mendapat bantuan logistik.

Diharapkan, tenda tersebut bisa bertahan hingga beberapa bulan ke depan. Hal ini dilakukan karena pihaknya belum bisa memastikan kapan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa terdistribusikan.

“Ya itu sedang diupayakan. Tadi sudah ada donatur yang memberi bantuan 190 unit tenda dengan berbagai ukuran. Saat ini, kami masih cari perlengkapan lain agar tenda itu bisa segera berdiri. Seperti tiang penyangga. Entah dari bambu atau mungkin dari kayu,” tutupnya.(aje/cak)