Berikan Penanganan Trauma Healing, Usir Kejenuhan Pengungsi Dusun Baru

  • Whatsapp
Pengungsi anak-anak di Dusun Brau diajak bermain untuk mengusir kejenuhan selama tinggal di tenda darurat pengungsian selama hampir satu bulan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU-Sebanyak 16 KK yang terdiri dari 53 jiwa Dusun Brau, Desa Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu menempati tenda pengungsian. Selama hampir satu bulan para warga menempati tenda darurat yang didirikan BPBD Kota Batu. Mereka diungsikan karena rumah yang ditempatinya rawan ambles karena peristiwa pergerakan tanah yang terjadi di Dusun Brau.

Perasaan cemas maupun jenuh selama berada di tenda darurat tentunya tak bisa dihindari. Perasaan itu kerap menerpa siapapun. Teruma bagi pengungsi yang masih berusia anak-anak.

Upaya pemulihan psikis diberikan BPBD Kota Batu kepada para pengungsi anak-anak. BPBD dibantu Garda Relawan dan Brigade Penolong untuk memberikan trauma healing.

Trauma healing diberikan agar anak-anak merasa tak terguncang secara psikis yang dapat menganggu tumbubmh kembang kepribadiannya.

Selain itu juga untuk memecah kejenuhan, metode ini sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap bersemangat. Mereka diajak bermain, serta didampingi dalam proses pembelajaran.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirul Rochiim hingga saat ini secara kesehatan dan psikologis anak yang berada di pengungsian sangat baik. Trauma healing dan pembelajaran yang dilakukan ini merupakan salah satu upaya pencegahan yang dilakukan BPBD.

Biasanya Anak Korban Bencana Alam Mengalami Tekanan Secara Emosional

“Biasanya anak korban bencana alam mengalami tekanan secara emosional, terlihat murung, emosi tidak stabil serta beragam dampak psikologis. Alhamdulillah tidak terjadi di Dusun Brau. Anak-anak ini masih tetap ceria meskipun tinggal di tenda pengungsian,” ujar Rochiim, Selasa (23/2).

Rochim pun berharap melalui kegiatan positif ini anak-anak bisa lebih bergembira dan bisa mengatasi berbagai persolan yang terjadi selama di pengungsian.

“Mereka ini kan masih kecil khawatir nanti trauma pas sudah besar. Kita ajak mereka bermain agar tidak jenuh. Biar mereka semangat,” imbuhnya.

Terkait perkembangan penanganan pengungsi di Dusun Brau, pihaknya sampai saat ini masih pengoperasikan dapur umum mandiri untuk warga.

“BPBD Provinsi Jatim juga telah membantu pengambilan gambar dengan menggunakan drone untuk melihat lintasan geolistrik dikawasan tersebut,” katanya.

BPBD Kota Batu juga menyusun target pembangunan semi permanen bagi pengungsi. Bangunan semi permanen yang akan dibangun berukuran 6 meter x 6 meter. Pihak BPBD juga masih mencari tempat yang pas untuk mendirikan bangunan semi permanen.

Untuk merealisasikan rencana itu, anggarannya akan memanfaatkan biaya tak terduga (BTT). BPBD masih berhitung estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun bangunan semi permanen.

Rencana pendirian bangunan semi permanen agar para pengungsi lebih nyaman. Sembari menunggu proses relokasi hunian baru bagi pengungsi. Relokasi bakal dilakukan bagi warga terdampak, karena rumah yang mereka tempati tak aman dari ancaman longsor.

“Kami belum bisa memastikan sampai kapan pengungsi di situ. Biar lebih nyaman, kami akan dirikan bangunan semi permanen. Bangunannya lebih luas, agar mereka bergerak leluasa,” ujar dia. (wok/aka)