Begini Catatan Bawaslu pada Pilkada Serentak di Jatim

  • Whatsapp
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Sedikitnya 54.652 Pengawas Pilkada se-Jawa Timur mengawasi pelaksanaan pemungutan suara.

Baca Juga

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi memiliki sejumlah catatan dan temuan tentang pemungutan pada 9 Desember 2020 siang tadi.

Mulai dari hujan yang mengguyur, kotak kosong calon tunggal yang diisi gambar artis, sampai dengan sistem rekapitulasi suara (sirekap).

Aang menerangkan bahwa pada pelaksanaan pemungutan suara mayoritas daerah di Jatim diguyur hujan dan sebagian badai.

Hal ini menyebabkan terganggunya secara teknis pelaksanaan pemungutan suara.

“Beberapa TPS yang telah didirikan itu sempat ambruk dibawa angin. Seperti yang terjadi di Kabupaten Sumenep. Beberapa TPS digeser karena dilanda genangan air. Harus pindah dari yang awalnya ditempatkan di lapangan harus geser ke rumah warga. Ini tentu mempengaruhi proses pemungutan suara,” terangnya.

Temuan lainnya menurut Aang terjadi di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ngawi yang diikuti oleh pasangan calon tunggal.

“Hanya ada beberapa kejadian saat di kotak kosong diisi oleh artis. Baik artis Indonesia maupun luar negeri,” tutur Aang.

Pada sisi lain, Alumni Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik ini menyoroti tentang sirekap. Menurutnya hingga jam 18.00 di daerah Jawa Timur, input sistem ini belum mencapai 3 persen.

“Catatan kami dalam proses penghitungan itu juga ditemui sistem informasi rekapitulasi (sirekap) yang diwajibkan pada Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk input. Sejauh ini per jam 18.00 paling tinggi hanya 3 persen. Artinya ada beberapa problem terkait sirekap sehingga sampai jam 18.00 tidak ada yang lebih dari tiga persen,” pungkasnya.(ima/aka)