Bebas Zona Merah, Khofifah: Waspadai Libur Panjang

  • Whatsapp
khofifah covid-19
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (istimewa)
banner 468x60

SURABAYA – Penanganan kasus COVID-19 di Jawa Timur menunjukkan kemajuan karena terbebas dari zona merah. Sedikitnya, 50 persen daerah sudah zona kuning, dan kasus aktif COVID-19 menurun hingga 2.374 orang kasus aktif atau 4,71%. Testing sendiri terus dilakukan masif sehingga positivity Rate Jatim menurun jadi 7 % dari yang sebelumnya 31% di bulan Juli.

BACA JUGA: Beri Stimulus Ekonomi, Khofifah Serahkan Bansos dan Modal Usaha

Baca Juga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, untuk itu tetap mengimbau bahkan mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada. Karena penyebaran Covid-19 belum benar-benar berakhir dan bisa meningkat sewaktu-waktu.

Utamanya akibat kenaikan mobilitas masyarakat secara tiba-tiba tanpa adanya protokol kesehatan.

Bahkan, menjelang libur panjang dalam waktu dekat mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol di manapun berada.

“Kami ucapkan terimakasih pada warga Jawa Timur yang selama 2 bulan terakhir ini makin patuh pada protokol kesehatan sehingga hasilnya kasus COVID-19 makin menurun. Meskipun demikian, kita harus terus waspada terhadap lonjakan kasus apabila kita lengah,” ungkap Gubernur Khofifah usai membuka konferwil Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Jatim di Batu, Sabtu (24/10/2020).

Dia lebih menyarankan agar masyarakat dapat memilih destinasi yang aman dan nyaman, out door dan jangan mengajak keluarga dengan risiko tinggi, baik komorbid maupun lansia dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Jika tidak demikian agar tetap tinggal di rumah meskipun liburan atau berpergian tidak dilarang.

Namun demi menjaga keamanan keluarga diharapkan untuk tetap berhati-hati dengan salah satunya adalah menjauhi kerumunan.

“Meski tidak dilarang (berlibur atau bepergian ke luar kota) karena pariwisata dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan dengan berinteraksi di dekat rumah saja,” ucap orang nomor satu Jatim ini.

Himbauan Gubernur ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Jatim pernah mengalami lonjakan kasus COVID-19, pada Juni lalu, khususnya di beberapa Kabupaten destinasi mudik.

Belajar dari kejadian tersebut, Gubernur Khofifah menganjurkan masyarakat untuk meminimalkan perjalanan sekaligus memastikan bahwa protokol kesehatan benar benar diterapkan secara ketat.

“Apabila memang ingin ke luar kota, pastikan betul bahwa diri kita aman dengan dites terlebih dahulu, sehingga yakin dalam keadaan negatif. Jangan sampai kita menjadi penular bagi ibu, bapak, kakek, nenek maupun saudara yang berada di daerah,” ungkap Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Imbauan itu sangat penting guna pencegahan penularan COVID-19 pada daerah yang rentan dan mencegah terjadinya klaster keluarga.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan para Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungannya kabupaten/kota/kecamatan/kelurahan dan desa serta RT/RW untuk lebih mengoptimalkan fungsi dan peran kampung tangguhnya masing-masing guna mencegah penularan COVID-19.

“Jawa Timur alhamdulillah saat ini juga memiliki ribuan kampung tangguh yang siap untuk melakukan screening para pemudik guna mencegah penyebaran COVID-19. Saya harapkan kampung tangguh perannya dapat lebih optimal dalam masa liburan panjang ini,” imbuhnya optimis.

Terkait lokasi wisata yang sudah dibuka dan kemungkinan menjadi tujuan libur panjang, Khofifah juga memastikan bahwa kapasitas maksimal yang boleh dipakai hanya 50% saja dan diutamakan wisata dengan resiko penularan yang rendah yakni wisata outdoor.

“Pastikan wisata tersebut aman dari kerumunan, batasi jumlah pengujung hingga maksimal 50% dan pastikan wisata tersebut dilakukan secara outdoor atau dengan ventilasi yang cukup,” tegasnya.

Hal ini dirasa akan sangat penting guna memastikan dan menyediakan kawasan wisata yang tak hanya nyaman namun juga aman bagi masyarakat di era liburan panjang ini.(ima)

Post Terkait

banner 468x60