Bea Cukai Malang Terus Tekan Peredaran Rokok Ilegal di Tahun 2020

  • Whatsapp
Kepala Kantor KPPBC-TMC Malang, Latif Helmi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC-TMC) Malang akan terus menekan peredaran rokok illegal di wilayah Malang Raya.

Kepala Kantor KPPBC-TMC Malang, Latif Helmi menuturkan, peredaran rokok illegal sejak lama memang menjadi perhatian bersama.

Baca Juga

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan tahun ini penekanan harus diupayakan mencapai angka 1 persen dari yang sebelumnya 3 persen di 2019 lalu.

Peredaran rokok illegal di Malang Raya tergolong rendah, yaitu berkisar di angka 0,01 persen. Jumlah tersebut termasuk rendah bila dibandingkan target penerimaan tahun 2019 yang mencapai lebih dari Rp 20 triliun.

Meski tergolong rendah, Latif mengaku ingin terus memberantas peredaran rokok illegal. Karena kemungkinan besar industri rokok kecil yang terkena imbasnya. Dengan harganya yang murah, otomatis industri rokok kecil akan kalah bersaing.

“Ini tetap jadi masalah buat kita, karena pasti akan mengganggu iklim usaha yang sehat, industri – industri rokok kecil yang harusnya kita bantu malah terganggu,” ucap Latif ketika ditemui di acara Sosialisai Pita Cukai Baru di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC-TMC) Malang, Rabu, 19 Februari 2020.

Latif menyebutkan, ada dua cara untuk menekan peredaran rokok illegal. Yang pertama yaitu tindakan pencegahan dengan melakukan sosialisasi dan edukasi.

Untuk melakukan upaya tersebut, KPPBC-TMC Malang akan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, serta Pemerintah Kota Batu.

“Kita gunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk melakukan sosialisai dan edukasi,” ujarnya.

Tindakan pemberantasan yang dilakukan melalui penegakan hukum. Dalam hal ini, KPPBC-TMC Malang akan menyasar tiga lini peredaran yaitu pemasaran, distribusi dan transportasi, serta produksi.

Dalam pelaksanannya, KPPBC-TMC Malang akan bekerjasama dengan TNI, Polri, dan Satpol PP.

“Ini merupakan upaya penegakan hukum yang berat dan bersiko karena di beberapa tempat ada perlawanan dari masyarakat sekitar yang kurang sadar akan hukum,” paparnya.

Kedepannya, pihaknya akan lebih giat untuk memberantas sisa 0,01 persen dari peredaran rokok illegal di Malang Raya. Baik itu melalu upaya sosialisasi dan edukasi maupun penegakan hukum.(hap/lna)

Post Terkait

banner 468x60