Banjir Sumber Brantas Dipicu Daya Dukung Lingkungan yang Kritis

  • Whatsapp
banner 468x60


NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Tingginya intensitas hujan sejak pukul 18.00 mengakibatkan terjadinya banjir di Dusun Jurang Kwali, Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Dari laporan BPBD Kota Batu, tinggi air mencapai lutut orang dewasa. Air bercampur material lumpur juga masuk ke rumah-rumah warga. Banjir menggenang kurang lebih selama dua jam.

Baca Juga

Hingga berita ini dinaikkan belum ada keterangan resmi dari BPBD Kota Batu apa sebab terjadinya banjir dan adakah korban materi maupun jiwa. Pembersihan dilakukan warga dibantu sejumlah personel BPBD Kota Batu.

Alih fungsi lahan ditengarai sebagai pemicu utama terjadinya banjir di kawasan yang berada di dataran tinggi. KomisiTurunnya daya dukung lingkungan di Desa Sumber Brantas mendapat dari sorotan Komisi E DPRD Jatim.

Area kemiringan lereng perlahan-lahan berubah fungsi sebagai lahan pertanian hortikultura. Padahal sebagai area tangkapan air, wilayah ini sangat diperlukan tanaman tegakan keras. Selain untuk menjaga kelestarian air bawah tanah, tanaman tegakan dapat mengurangi resiko erosi.

Tanpa Tanaman Tegakan Banjir Tak Bisa Dihindarkan

Tanpa tanaman tegakan, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor tak bisa terhindarkan. Menurunnya daya dukung lingkungan di kawasan ini mulai terlihat dengan adanya sedimentasi aliran sungai. Alih fungsi lahan pertanian di area kemiringan tebing mengakibatkan terjadinya erosi.

Merosotnya aspek ekologis di Desa Sumber Brantas direspon Wakil Ketua Komisi E DPRD Pemprov Jatim, Hikmah Bafaqih.

“Perlu upaya mitigasi untuk merevitalisasi area-area kemiringan lereng dengan upaya penanaman tanaman tegakan. Ancaman kekeringan akan menimpa 18 daerah lainnya, kalau bagian hulu bermasalah,” kata Hikmah Bafaqih saat mengunjungi Desa Sumber Brantas Februari lalu.

Penyelamatan yang dilakukan tak hanya pada pelestarian sumber air namun juga revitalisasi lahan sebagai area tangkapan air.Ia mengatakan, harus ada komunikasi yang tuntas kepada petani pemilik lahan agar tak menimbulkan konflik.

Karena harus ada kesadaran yang dimunculkan dalam upaya mitigasi di Desa Sumber Brantas. Maka, penanaman tanaman tegakan juga harus bisa membawa keuntungan bagi petani yang lahannya berada di kemiringan tebing.

“Misal menanam tanaman tegakan yang menghasilkan buah-buahan. Maka harus memberi keuntungan secara ekonomi bagi petani,” tutur dia.(wok/aka)