Bahaya Kedatangan TKI/TKW, Emil: Bandara Diperketat Jelang Lebaran

  • Whatsapp
Caption : Emil Elestianto Dardak, Wagub Jatim menyambut Irjen Pol Doni Monardo Ketua BNPB dan Satgas Covid-19 Pusat ke Bandara Juanda Internasional Surabaya di Waru Sidoarjo, Kamis (1/4/2021).
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SIDOARJO- Grafik sebaran Covid-19 di Jawa Timur, melandai. Namun, ada bahaya mengancam seiring kedatangan migran atau tenaga kerja Indonesia yang pulang jelang lebaran nanti.

Baca Juga

Pertama mutasi virus strain baru sudah tersebar ke dunia, kedua, hasil swab dari luar jika ditest swab PCR di tanah air masih negatif. Butuh penanganan karantina dan upaya testing lebih ketat di Bandara.

Untuk itu Pemprov Jatim tetap memperketat protokol kesehatan terutama di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Waru, Sidoarjo.

Hal itu diungkap Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Pengetatan akan terus dilakukan, menjelang kepulangan para tenaga migran dari luar negeri yang hendak kembali ke tanah air, libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Kami tadi mendapat paparan dari Kepala BNPB, walaupun (para tenaga migran) sudah swab PCR di tempat asal mereka, ternyata diulang swab PCR di tanah air, bisa saja positif Covid. Bahkan yang negatif pun bisa positif saat dikarantina dan harus swab kedua karena masa inkubasi,” papar Emil Dardak saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Letjen Purn Doni Monardo, Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Pusat dan Rapat Koordinasi terkait Penanganan Covid-19 di Jatim di Gedung VVIP Room, Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (1/4/2021).

Beberapa opsi solusi telah disiapkan Pemprov Jatim dengan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kementerian Kesehatan, untuk menghadapi itu.

“Dua kata kuncinya, pertama kapasitas testing. Pemprov siap ketersediaan alat. Mungkin nanti ada kendala dengan reagen, namun akan dikomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan,” terang Emil.

Kedua ketersediaan kapasitas untuk menampung para tenaga migran di rumah karantina selama lima hari.

“Itu yang kita akan sinergikan. Hasil koordinasi ini akan kami laporkan pada Bu Gubernur dan akan mendapat tindak lanjut. Mengingat arus kepulangan dari pekerja migran akan intensif,” lanjutnya.

Antisipasi Sangat Penting

Kata Emil, antisipasi ini sangat penting mengingat Jawa Timur bukan saja daerah para tenaga migran pulang ke tanah air, namun menjadi pintu gerbang masuk dari luar negeri.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Pusat Doni Monardo, mengatakan kehadiran Satgas Covid-19 ini untuk mengingatkan Pemprov Jatim agar tetap mengetatkan pintu masuk dari luar negeri dan pemeriksaan secara detail.

“Jadi kami membahas agar Jatim memperkuat satgas daerah. Tentunya disini bantuan dari TNI dan Polri sangat penting sekali,” kata Doni.

“Hasil testing seluruhnya, saat swab pertama tiba di tanah air ada 1.444 yang positif, lalu swab kedua, meski sudah diisolasi ada 658 orang. Apabila kita hanya swab sekali berarti ada 658 orang luput dari pengawasan ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Bahayanya yang rentan, lansia dan komorbid, risikonya sangat fatal. Belum lagi strain baru yang kita ketahui banyak tersebar di sejumlah negara,” jelasnya.

Sesuai perintah Presiden RI, Doni berharap agar Jatim dapat mengoptimalkan penanganan bagi WNI yng datang di Bandara Juanda Sidoarjo. Sehingga, Jatim memiliki pola penanganan yang optimal.

Imbau Tenaga Migran Tunda Kepulangan

“Kami mengimbau untuk sementara ini mereka-mereka (tenaga migran) bisa menunda kepulangannya ke tanah air, kecuali mereka yang sudah kehilangan pekerjaan. Sementara di dalam negeri sendiri, pemerintah memutuskan tidak ada mudik. Semuanya ini bertolak dari pengalaman kita setahun terakhir. Setiap selesai libur panjang, kasus Covid-19 selalu mengalami peningkatan. Puncaknya kasus aktif pada akhir Januari dan awal Februari yaitu sebanyak 176 ribu orang,” paparnya.

Doni pun menganjurkan kepada Pemprov Jatim untuk membuat Satgas Karantina Jatim. Agar lebih memudahkan mengkoordinir para tenaga migran yang tiba.

Namun dia mengapresiasi Pemprov Jatim dalam menekan angka kasus Covid-19 yang terus terkendali. Bagi Doni, penurunan jumlah kasus yang luar biasa 3 bulan terakhir.

“Kasus aktif jauh di bawah kasus aktif nasional, angka kesembuhan di atas angka nasional, hanya saja yang kurang adalah angka kematian masih di atas nasional,” imbuhnya.

Hal tersebut didukung dengan tingkat kepatuhan masyarakat mematuhi prokes yang menjadi format efektif untuk terbebas dari zona merah Covid-19.

Kondisi itu tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dalam penanganan Covid-19, dengan meningkatkan kegotongroyongan.(ima/aka)