Antisipasi Corona, Dinkes Tulungagung Kumpulkan Kepala Puskesmas-Bidan Desa

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Langkah cepat diambil oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat Tulungagung terkait antisipasi penyebaran Corona, salah satunya dengan mengumpulkan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tulungagung, petugas Promosi Kesehatan (Promkes), Bidan Desa dan Petugas Balai Pengobatan yang bertugas di wilayah Tulungagung.

Mereka dikumpulkan guna memastikan penanganan yang harus dilakukan ketika menemukan Orang dalam pemantauan yang sakit dan berobat di fasilitas kesehatan tempat mereka bekerja.

Baca Juga

Orang dalam pemantauan adalah mereka yang sakit dan memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit virus Corona, terlebih Tulungagung merupakan kantong TKI yang paling banyak bekerja di negara yang terjangkit Corona.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Bambang Triono mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan RSUD Dr. Iskak Tulungagung guna memantapkan penanganan orang dalam pantuan yang sedang sakit.

“Kita kumpulkan Kepala Puskesmas, Promkes Poli, dan bidan desa di Aula dinas kesehatan untuk pencegahan KLB Corona,” ujarnya.

Bambang menegaskan, sebelum pemerintah mengumumkan dua WNI positif Corona, pihaknya sudah mengumpulkan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tulungagung, kemudian petugas Promosi Kesehatan (Promkes), Bidan Desa dan Petugas Balai Pengobatan yang bertugas di wilayah Tulungagung namun hal itu dilakukan kembali untuk memantapkan prosedur penanganan yang harus dilakukan oleh Puskesmas hingga bidan desa ketika menemukan orang dalam pantauan yang sedang sakit.

“Kita perkuat kerjasama dengan RSUD Iskak dalam penanganan pasien terpantau, apalagi banyak warga Tulungagung yang menajdi TKI,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya warga Tulungagung yang suspect apalagi positif Corona, hanya saja RSUD dr Iskak memang pernah dan sedang merawat dua pasien flu yang baru saja bepergian dari negara terpapar sehingga dilakukan prosedur khusus seperti menangani pasien Corona.

“Yang satu yang dari Ngadiluwih kemarin dan dipastikan negatif, yang satunya yang dari Puskesmas Rejotangan, kemarin sudah disampaikan oleh Pak Direktur kondisinya, diisolasi karena baru pulang dari Hongkong,” tegasnya.

Bambang meminta masyarakat tidak panik, karena pemerintah sudah menyiapakan cara untuk mengantisipasi penyebaran Corona di Indonesia.

Sementara itu Kepala Puskesmas Gondang, Sigit Jaka Purnama mengakui pihaknya memiliki Alat Pelindung Diri (APD) yang sewaktu-waktu bisa digunakan jika menemukan orang dalam pemantauan yang sakit dan berobat di puskesmas Gondang.

“Sudah punya APD kita jika sewaktu waktu diperlukan, lengkap dari pakaian menutup tubuh sampai kacamata,” pungkasnya.(fim)