AMSI Berkolaborasi Produksi Konten Sehat

  • Whatsapp
konten amsi
Ketua AMSI Jawa Timur Arief Rahman menyerukan kolaborasi perlu dibangun di masa pandemi dengan menyajikan konten berita yang sehat saat Konferwil 2 AMSI Jatim yang digelar di Kota Batu. (istimewa)
banner 468x60

KOTA BATU – Konferwil 2 AMSI Jawa Timur digelar di Kota Batu pada 24-25 Oktober 2020. Acara yang mengusung tema ‘Konten Sehat, Media Kuat, Industri Hebat’ tersebut, resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Ketua AMSI Jawa Timur, Arief Rahman mengatakan, hantaman pandemi Covid-19 membawa ekses negatif terhadap sektor-sektor kehidupan, salah satunya sektor perekonomian. Begitu juga dengan industri media massa yang diuji daya tahannya di tengah pandemi yang masih belum diketahui letak ujungnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Buka Konferwil 2 AMSI Jatim, Khofifah: Konten Berita Sehat Parameter Indeks Demokrasi

Dalam menghadapi situsasi ini, kesetikawanan sosial sangat dibutuhkan. Bukan lagi saling berkompetisi, melainkan kolaborasi sebagai kunci agar terlepas dari dampak pandemi yang tak hanya mengguncang aspek kesehatan, tapi juga perekonomian.

“Berkaca pada negara-negara Eropa yang berkolaborasi saat flu Spanyol. Terinspirasi dari pola seperti itu, media massa perlu berkolaborasi tanpa harus menegasikan daya kritiknya dan independensi,” kata Arief.

Kolaborasi dibangun dalam wilayah strategis untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi menjadi fokus AMSI agar industri media massa tetap eksis dan kuat. Bentuk kolaborasi itu yakni memproduksi konten berita yang sehat

“Konten positif yang diproduksi akan dinilai efektif, jika memunculkan kesadaran dan partisipasi di masyarakat. Inilah tugas media, AMSI akan bekerja di situ,” seru Arief.

Sementara itu, melalui saluran virtual, Ketua AMSI Pusat Wenseslaus Manggut menuturkan ada pergeseran selera publik dalam mengonsumsi konten berita. Unsur proximity (kedekatan) sebagai nilai berita akan cenderung menarik pembaca yang berdekatan langsung dengan objek berita. Unsur proximity ini bisa dijadikan modal untuk mengemas konten, salah satunya pemberitaan yang berkaitan dengan Covid-19.

“Makin kuat proximitynya, makin kuat ketertarikan publik. Publik butuh berita di sekitarnya terkait perkembangan Covid-19 di sekitarnya,” kata Wenseslaus.

Karena lokal konten punya pengaruh yang langsung menyentuh emosional pembaca. Selebihnya, konten lokal juga bisa dieksplorasi untuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

BACA JUGA: Khofifah Hadiri Konferwil 2 AMSI Jatim di Kota Batu Pagi ini

“Inilah saatnya fokus pada lokal konten yang punya nilai kedekatan dengan masyarakat sekitarnya,”lanjut dia.

Selain itu, AMSI Jawa Timur bisa ikut mengorkestrasi membangun ekosistem digital lokal bersama pemangku kebijakan demi kepentingan publik. Ekosistem digital yang ada saat ini masih berjalan parsial belum berkolaborasi secara utuh. Orkestrasi bersama pemangku kepentingan mampu mewujudkan ekosistem digital yang sehat dengan konten berita yang sehat.

“Misalnya menolak hate speech yang selalu muncul saat ada peristiwa politik ataupu sosial,” lanjut dia.

Ia menuturkan, ujaran kebencian dan berita bohong semakin meningkat, tak terkecuali menyangkut pandemi Covid-19.

“AMSI harus ikut andil di situ bersama stakehdolder menyerukan kampanye anti hoax dan hate speech,” tandasnya.(wok/lna)

Post Terkait

banner 468x60