Ada TPA Ilegal di Toyomarto Kabupaten Malang, DLH: Warga Tak Mau Bayar Iuran Sampah

  • Whatsapp
Ada TPA ilegal di Toyomarto
TPA ilegal di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, berada di bekas tambang batu, di jalur menuju Kebun Teh Wonosari Lawang.Foto: Ajeng Jasita Ingtyas/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Ada TPA ilegal di Toyomarto Singosari Kabupaten Malang. Sesuai data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang menyebutkan ada tiga unit Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk sampah di Kabupaten Malang.

BACA JUGA: Target Pendapatan Uji KIR Kabupaten Malang Rp 3,8 Miliar, Dishub Tunggu Perda Turun – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Curi Uang di Alfamart, Pengamen Asal Kabupaten Malang Diamankan Polresta Malang Kota – Imperiumdaily.com

Antara lain di Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen, Desa Randuagung Kecamatan Singosari dan Kecamatan Poncokusumo. Akan tetapi yang patut jadi perhatian ada keberadaan TPA ilegal. Menurut pantauan Nusadaily.com ada satu tempat pembuangan sampah di Desa Toyomarto Kecamatan Singosari yang diduga tak sesuai dengan prosedur.

Lokasinya ada di bibir bebas areal penambangan di kawasan Toyomarto. Sampahnya menyeruak dekat bibir jalan menuju ke Kebun Teh Wonosari Lawang. Nusadaily.com juga mendapati ada sejumlah pickup L-300 Box membuang sampah di dekat areal TPA ilegal itu.

Terkait keberadaan TPA ilegal, nusadaily.com mengkonfirmasi Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Malang Renung Rubiyatadji. Pihaknya memastikan bahwa tempat pembuangan tersebut adalah ilegal.

“Itu ilegal ya, penumpukan sampah itu dilakukan oleh masyarakat sendiri. Sebab mereka tak bersedia ditarik iuran oleh petugas sampah kami untuk mengangkut sampahnya ke TPA Randuagung. Nah kalau mereka membuang sampah di situ (Toyomarto) kan jadi bebas pungutan,” jelas Renung, Senin (19/4/2021) hari ini.

Heran, Biaya Sampah hanya Rp 1.000 Per Kresek, Tapi Enggan Bayar

Dilanjutkannya, untuk ke depan DLH Kabupaten Malang akan menambah lokasi TPA. Agar seluruh bagian Kabupaten Malang dapat teratasi masalah sampahnya. Mengingat kawasan Kabupaten Malang yang cukup luas.

“Supaya dapat teratasi, karena sampah ini harus menjadi perhatian bersama, DLH memang fokus mengatasi ini. Tetapi akan menjadi lebih baik jika masyarakat mendukung, selanjutnya kami akan membangun TPA di Kecamatan Kalipare dan Kecamatan Gedangan,” terangnya.

Mengenai retribusi, sebenarnya sudah sangat murah untuk masyarakat. Dengan biaya it, mereka dapat dilayani oleh petugas pengangkut sampah di wilayahnya.

“Sebenarnya retribusi kita termasuk yang sangat murah, telah direview tahun 2018 lalu. Jadi yang lama dievaluasi ternyata masih cocok. Makanya diteruskan sampai sekarang. Satu hari itu cukup murah, per kresek Rp 1.000 saja,” bebernya soal ada TPA ilegal di Toyomarto.

Untuk selanjutnya hasil retribusi tersebut nantinya digunakan untuk membayar upah para pengangkut sampah. Jadi sebenarnya dari masyarakat untuk masyarakat.

“Kalau kita layani memang ada retribusi, jadi masyarakat bayar iuran, nah di dalam iuran itu ada retribusi. Sehingga tidak semua dibayarkan ke retribusi. Sebab sumber TPS itu kan yang mengelola masyarakat sendiri. Nah gaji yang mengelola sampah itu (pengangkut sampah) ya dari iuran masyarakat yang telah dilayani,” terang Renung, sapaan akrabnya.

Terakhir, Renung memaparkan, untuk Desa Toyomarto Kecamatan Singosari ini. Ke depannya akan diajak untuk mengelola sampah berdasarkan jenisnya, jadi tidak ditumpuk lagi.

“Akan kita ajak klasifikasikan sampah, mana yang organik (sampah yang dapat dijadikan pupuk kompos). Dan mana yang anorganik (plastik dan kaleng). Ini untuk dapat dipisahkan dan dikelola lebih baik lagi. Lantaran sebenarnya dalam pelayanan sampah Kabupaten Malang ini disubsidi walaupun angka pastinya tak dapat saya sebutkan,” tutupnya.(aje/cak)