Abuya Busyro: Pengentasan Kemiskinan PR Besar Bagi Bupati Sumenep Terpilih

  • Whatsapp
bupati sumenep
Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Bupati Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Abuya Busyro Karim menyebut, PR terbesar untuk Bupati terpilih yakni Achmad Fauzi adalah persoalan pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut di sampaikan usai sidang paripurna DPRD Sumenep tentang penyampaian berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2016-2021 dan penyampaian pengumuman hasil penetapan KPU Sumenep terhadap calon bupati dan Wakil bupati terpilih, Senin 25 Januari 2021 di Aula Sidang DPRD.

Baca Juga

BACA JUGA: Gegara Wabah Covid-19, Angka Pengangguran di Sumenep Capai 17.000 di Tahun 2020

“PR besar yang ditinggalkan, walaupun banyak program-program yang masuk adalah pengentasan kemiskinan harus jadi perorioritas,” kata Busyro kepada awak media usai sidang paripurna.

Selain pengentasan kemiskinan, kata Busyro, terobosan yang perlu dilakukan oleh bupati terpilih nantinya yakni Masalah infrastruktur. Karena menurut bupati dua periode ini, infrastruktur jalan terdapat nilai ekonomis.

“Namun, dengan luasnya kabupaten Sumenep tidak bisa semuanya serentak dibangun. Karena persoalannya masalah anggaran, keterbatasan APBD,” imbuhnya.

Apalagi sekarang, kata mantan ketua DPRD Sumenep dua periode tersebut akan banyak lagi anggaran yang dipangkas untuk persoalan pandemi Covid-19. “Anggaran akan terserap kesana,” jelasnya.

Selain itu, Politisi senior PKB ini berpesan untuk bupati terpilih agar tetap apa yang menjadi perioritas bisa lanjutkan, karena menurutnya hal itu merupakan hasil rapat ke rapat.

BACA JUGA: Review RTRW 2013-2033, FKMS Sumenep Sebut Tidak Berdasar Kajian Terhadap Dampak Lingkungan

“Persoalan nanti penekanan-penekanan, itu pasti. persoalan ada hal-hal baru, ya dipersilahkan. Saya kira tinggal penekanan-penekanannya saja,” imbuhnya.

Sekedar informasi, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumenep di tahun 2019 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya 2018. Jika tahun 2018 terdapat penduduk miskin sebesar 20.16 persen atau sebesar 218.200 orang, maka tahun 2019 alami penurunan yakni 19.48 persen atau turun sekitar 6.620 orang.

Dari data Badan Statistik Pusat (BPS), Sumenep masuk daftar 10 Kabupaten termiskin di Jawa Timur dan nomor urut 2 termiskin setelah Kabupaten Sampang dari 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur. (nam/lna)