Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaJatimProtes Rektor IKIP Budi Utomo Malang soal Duet Pemersatu Bangsa Dianggap Basa-Basi

Protes Rektor IKIP Budi Utomo Malang soal Duet Pemersatu Bangsa Dianggap Basa-Basi

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wacana duet capres-cawapres pemersatu bangsa dalam pilpres 2024 mendatang dilempar oleh Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh. Namun sejumlah pengamat memaknai wacana itu cuma sekedar basa-basi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Rektor IKIP Budi Utomo, Kota Malang, Nurcholis Sunuyeko, menepis anggapan itu. Menurut pria yang kerap disapa Sam Rektor (Mas Rektor Bahasa Malangan red) oleh para mahasiswa dan kalangan pendidikan di Malang, mengatakan seyogyanya semua pihak menghargai gagasan dan niat baik seseorang.

BACA JUGA: Ketika Duet Pemersatu Bangsa di Pilpres 2024 Dimaknai Pengamat Cuma Sekedar Basa-Basi

“Saya ini seorang guru, merasa heran dengan orang-orang yang sama sekali tidak menghargai niat baik orang lain. Seharusnya untuk kepentingan bangsa dan negara ini, dihilangkan ego pribadi, kepentingan pridadi, terlebih hanya kepentingan politik sesaat,” kata Sam Rektor.

Lebih lanjut Nurcholis menjelaskan, dirinya tidak kenal dengan capres yang dijodoh-jodhkan di Jakarta. Tapi kampusnya memiliki kepentingan besar untuk menjaga keterbelahan anak bangsa kedepan.

“Puluhan ribu Mahasiswa IKIP Budi Utomo itu 90 persen berasal dari Indonesia Timur, dari Indonesia bagian barat cuma sekitar 10 persen, jika ada keterbelahan antar kelompok masyarakat, kasihan mahasiswa saya,” katanya.

BACA JUGA: Beli Pertalite dengan Aplikasi Sebangun dengan Cara ‘Paksa’ Rakyat Menengah-Bawah Beli Pertamax

Apa yang diusulkan Surya Paloh, menurut pemikiran Sam Rektor, adalah untuk kebaikan bersama, untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

“Demi menjaga keterbelahan anak bangsa seperti pemilu yang lalu-lalu. Jangan salah, akibat polarisasi masa lalu itu masih terasa hingga sekarang,” imbuhnya.

Nurcholis juga melihat adanya tanda-tanda, keterbelahan itu ada yang memlihara.

“Kayaknya, keributan, keterbelahan, merenggangkan antar tokoh bangsa, ini ada yang memelihara. Tujuannya hanya untuk kepentingan segelintir orang,” pungkasnya.

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Pelanggan Ini Kesal Gegara Kena Getok Harga, Pesan 4 Minuman Seharga Rp 5,4 Juta

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Pergi liburan ke Yunani, seorang turis mengalami kejadian getok harga. Dirinya dipaksa membayar Rp 5,4 juta untuk menu minuman saja. Pergi...