Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaJatimLibur Nataru, Gubernur Khofifah Cemaskan Varian Baru dari PMI

Libur Nataru, Gubernur Khofifah Cemaskan Varian Baru dari PMI

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meminta seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur waspada varian baru Covid-19 dari Malaysia dan Singapura. Sehingga para Kepala Daerah diminta akseleratif melakukan pendekatan ke masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan, dan tidak mudik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kata Khofifah,kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan masuk ke Jatim melalui pintu non penerbangan Internasional, harus diwaspasai.

” Seperti disinyalir di Malaysia dan Singapura ditemukan varian baru Covid-19 yakni AY.4.2 terdeteksi dari sana,” ujarnya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah meminta kepada Kapolda dan Pangdam membantu koordinasi dengan Pemda tempat transito perihal wilayah perlintasan antar provinsi.

Kedatangan para PMI disinyalir dapat melalui pelayaran dilanjutkan penerbangan domestik, terlebih ketika penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Juanda masih ditutup.

Selain bentuk kewaspadaan di area pintu masuk, Khofifah juga menyatakan bahwa kabupaten/kota harus segera menyiapkan operasi yustisi secara random utamanya sebagai kesiap siagaan menjelang Nataru.

“Kondisi antisipatif ini menjadi format untuk bersiap mengantisipasi Natal dan Tahun baru,” ungkapnya.

Ia mengatakan, meski gelombang kepulangan PMI yang masif ini belum terjadi, tindakan preventif dan pengawasan sudah harus digencarkan.

Terutama dari jalur Malaysia ke Indonesia yang bisa melalui banyak pintu.

“Koordinasi dengan kabupaten/kota yang menjadi perlintasan harus kita koordinasikan bersama dan komunikasikan. Sangat mungkin mereka masuk melalui kapal dan lanjut dengan domestic flight, dan sebagainya,” imbau mantan Mensos RI itu.

Jatim Terus Menyusun Langkah

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menyusun langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam rapat koordinasi.

Gubernur memimpin rakor bersama forkopimda dan bupati/Wali Kota se-Jatim di Convention Hall, Grand City Surabaya, Senin (15/11).

Gubernur ditemani Kapolda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kajati Jatim , Ketua Tim Pakar / Jubir Satgas Nasional Prof Wiku Adisasmita, Plh Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono dan Bupati/Wali Kota beserta Kapolres dan Dandim serta Kajari se Jatim.

Meski Covid-19 terus menurun, namun Gubernur tetap meminta disiplin menjalankan protkes. Hal itu karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Pemerintah Daerah (Pemda) bersama Forkopimda pun diminta untuk upaya akseleratif vaksinasi.

“Pakai pendekatan kultural serta kearifan lokal lainnya. Saya rasa seluruh Kepala Daerah memiliki caranya tersendiri untuk upaya akseleratif yang inovatif tersebut,” ungkap Khofifah.

Khofifah pun turut mengajak Kabupaten/Kota yang ada di Jatim untuk menjaga dan meningkatkan vaksinasi, serta secara akseleratif menggenjot vaksinasi untuk lansia.

“Harus ada akselerasi, perlu ada percepatan yang didorong. Baik itu vaksinatornya ditambah, tenaga adminnya, layanannya ditingkatkan, kita harus bersinergi bersama untuk mengatasi semua kendala,” katanya.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily