Kamis, Januari 20, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaJatimKhofifah Ajak Fokus Mitigasi Bencana, Kemiskinan Ekstrem dan Percepatan Vaksinasi

Khofifah Ajak Fokus Mitigasi Bencana, Kemiskinan Ekstrem dan Percepatan Vaksinasi

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa/Kelurahan untuk fokus gotong – royong pada mitigasi bencana, percepatan vaksinasi, dan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Terutama di lima daerah di Jatim yang menjadi pilot project percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Terkait mitigasi bencana ini, kata Khofifah, karena BMKG telah menyampaikan peringatan dini fenomena La Nina yang diprediksi terjadi di penghujung 2021 ini dan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, dan cuaca ekstrem.

“Untuk itu selama sebulan selama BBGRM , kita minta masyarakat Jatim terutama kepada LPM desa/kelurahan untuk maksimalkan mitigasi bencana,memeriksa pendangkalan got, pembersihan sampah, normalisasi sungai, dan upaya lain,” kata Khofifah di puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVII dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-48 tingkat Provinsi Jatim di Gedung Graha Adi Poday, Kabupaten Sumenep, Minggu kemarin.

Kesiapsiagaan ini, penting karena setiap terjadi bencana baik alam dan non alam, akan berdampak pada kemiskinan.

Untuk itu, Khofifah juga minta masyarakat fokus gotong royong pada pengentasan kemiskinan ekstrem, yaitu kondisi dimana kesejahteraan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan yakni memiliki pengeluaran perkapita per hari di bawah US $ 1,9 PPP (Purchasing Power Parity).

Fokus pada Gotong Royong

“Masing-masing dari lima kabupaten tersebut fokus pada lima kecamatan, dan masing-masing kecamatan fokus pada lima desa. Jadi kepada lima kabupaten di Jatim pilot project atau percontohan program nasional yakni Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bojonegoro, dan Lamongan, mohon kita fokus pada gotong royong untuk bisa mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Selain itu Khofifah juga meminta masyarakat bergotong royong menyukseskan percepatan vaksinasi di daerahnya

“Mari kita ajak masyarakat segera mengikuti vaksinasi. Tentu ini menjadi upaya berseiring kita bersama-sama pemerintah bergotong – royong mengatasi pandemi Covid-19 sehingga berbagai sektor kehidupan termasuk ekonomi bisa kembali normal,” katanya.

Kata dia, semangat kegotong royongan selama ini telah mengakar dan melembaga di masyarakat. Hal ini menjadikan masyarakat hidup rukun dan damai dalam mengisi pembangunan dengan suasana kekeluargaan.

“Semangat itu masih tetap lestari hingga sekarang dan menjadi harmoni di tengah-tengah tatanan kehidupan yang serba modern seperti saat ini,” katanya.

Dalam momen ini, Khofifah juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan gotong royong sekadar slogan belaka, karena hakikatnya nilai dan esensi gotong royong dalam pembangunan itu harus bisa diwujudkan, dan harus bisa dirasakan nilai manfaatnya oleh masyarakat.

Jawa Timur, berseiring secara harmoni sesuai Bhakti ke-9 Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni menjadi contoh bagaimana modernisasi dan pembangunan berjalan serasi dengan akar kebudayaan masyarakat Jawa Timur yang penuh gotong royong, toleran, santun dan agamis.

“Program tidak bisa bergerak sendiri. Ada peran pemerintah daerah, TNI/Polri, tokoh masyarakat, peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM desa/kelurahan), dan kader-kader PKK. Mari kita terus bersatu demi Jawa Timur Bangkit,” katanya.

Di tengah munculnya individualisme, pandemi Covid-19 memberi sebuah pelajaran penting yaitu membangkitkan kembali rasa empati dan solidaritas.

Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Desa PDTT, Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki desa dengan Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai desa mandiri terbanyak se-Indonesia, yaitu 697 desa. Bahkan tahun 2021 ini, 5 desa di Jawa Timur masuk rangking 10 besar desa dengan indeks tertinggi.

Tidak hanya itu, saat ini Jawa Timur sudah terbebas dari desa tertinggal dan desa sangat tertinggal, padahal pada tahun 2019 Jawa Timur masih memiliki sebanyak 344 desa tertinggal. Ditambah sampai dengan 21 Oktober 2021, penyaluran dana desa sudah mencapai 83,97% dari total anggaran 7,659 Trilyun rupiah.

Ini Prestasi yang Luar Biasa

“Ini sungguh prestasi yang sangat luar biasa untuk memaksimalkan upaya dalam mewujudkan Jawa Timur Bangkit dari pandemi Covid-19. Tidak hanya itu pemerintah desa juga berperan dalam kelancaran penyaluran dana desa. Terima kasih untuk jajaran pemerintah desa, karena Jatim juga diapresiasi oleh pemerintah pusat sebagai provinsi yang tertib administrasi dalam penyaluran dana desa,” katanya.

Dalam kesempatan ini, sekaligus untuk memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK, Khofifah turut memberikan apresiasi kepada gerakan PKK Provinsi Jawa Timur yang memiliki andil besar dalam berbagai bidang pembangunan.

Di antaranya upaya-upaya penanggulangan gizi buruk, penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, perilaku hidup bersih dan sehat, keluarga berencana, lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan taman posyandu, sehingga dapat mengakselerasi setiap program Nawa Bhakti Satya di Jatim.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, Hari Kesatuan Gerak PKK jadi momentum mendasar, serta memiliki arti penting dan strategis dalam implementasi 10 Program Pokok PKK.

Gerakan PKK dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat, serta dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa dalam satu kesatuan tujuan yaitu masyarakat yang berdaya dan sejahtera.

“Tema HKG PKK ke-49 dengan tema Keluarga Pelopor Perubahan menuju Indonesia Maju. Pelopor perubahan ini bermakna bahwa PKK dalam hal ini Tim Penggerak dan kader di seluruh pelosok nusantara, hendaknya tahu, mau dan mampu, menjadi garda terdepan dalam mewujudkan keluarga berkualitas dalam aspek moral, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan hidup,” jelasnya.

Di sini, Gubernur Khofifah turut menyerahkan penghargaan kepada pelaksana terbaik gotong royong tingkat Provinsi Jatim 2021. Terdapat 4 pelaksana terbaik kategori desa dan 4 kategori kelurahan.

Daftar Desa Terbaik

Desa Terbaik I diraih Desa Pondok, Kec. Babadan, Kab. Ponorogo, Terbaik II diraih Desa Madiredo, Kec. Pujon, Kab. Malang, Terbaik III diraih Desa Kluncing, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi dan Terbaik IV diraih Desa Sidodadi, Kec. Garum, Blitar.

Untuk kategori kelurahan Terbaik I diraih Kel. Gedongan, Kec. Magersari, Kota Mojokerto, Terbaik II diraih Kel. Ploso Kerep, Kec. Sananwetan, Kota Blitar, Terbaik III diraih Kel. Medokan Ayu, Kec. Rungkut, Kota Surabaya dan Terbaik IV diraih Kel. Sukabumi, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo.

Penghargaan pelaksana terbaik gotong royong tingkat Provinsi Jatim 2021 ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada segenap Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa/Kelurahan yang ada di Jatim atas peran aktifnya bersama-sama pemerintah desa dan kelurahan dalam meningkatkan semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, adapula penyerahan penghargaan bagi pelaksana terbaik 10 program pokok PKK Tingkat Provinsi Jatim yang diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak. Untuk kategori kabupaten, Terbaik I diraih Desa Sobontoro, Kec. Boyolangu, Kab. Tulungagung, Terbaik II diraih Desa Bendosari, Kec. Sanankulon Kab. Blitar, Terbaik III diraih Desa Simbaringin, Kec. Kutorejo, Kab. Mojokerto.

Kemudian Terbaik Harapan I diraih Desa Pule, Kec. Sawahan, Kab. Madiun, Terbaik Harapan II Desa Pabian, Kec. Kota, Kab. Sumenep, dan Terbaik Harapan III diraih Desa Kemangi, Kec. Bungah, Kab. Gresik. Untuk kategori kota Terbaik I diraih Kel. Petamanan, Kec. Panggungrejo, Kota Pasuruan, Terbaik II diraih Kel. Banjarejo, Kec. Taman, Kota Madiun, dan Terbaik III diraih Kel. Gadingasri, Kec. Klojen, Kota Malang.

Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah, beserta jajaran Forkopimda Kab. Sumenep, beberapa Bupati/Walikota di Provinsi Jatim serta Ketua TP PKK kab/kota di Provinsi Jatim.(ima/aka)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily