Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaJatimHSN 2021, Khofifah Beri Penghargaan ke Pencipta "Syubbanul Wathan" dan “Shalawat Badar”

HSN 2021, Khofifah Beri Penghargaan ke Pencipta “Syubbanul Wathan” dan “Shalawat Badar”

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada pencipta lagu “Syubbanul Wathan” KH Abdul Wahab Chasbullah dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 di Gedung Negara Grahadi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah pada putrinya, Hj Nyai Machfudhoh Aly Ubaid, seusai upacara peringatan Hari Santri

Penghargaan serupa juga diberikan kepada pencipta Selawat Badar KH Ali Manshur Shiddiq yang diwakili keluarganya KH Syaiful Islam. 

Lagu “Syubbanul Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah diciptakan pada 1916. Pemerintah sendiri berencana memasukkan lagu tersebut sebagai lagu perjuangan nasional dengan menggubah syairnya ke dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan selawat Badar diciptakan oleh KH. Ali Manshur Shiddiq pada 1962 pasca dekrit Presiden 1959 menjelang Gestapu 1965.

Selawat Badar digunakan oleh kader NU untuk menyemangati diri dan sebagai simbol pembeda dengan lagu Genjer-genjer kala itu.

“Penghargaan ini mungkin terasa kecil artinya jika dibandingkan sumbangsih keduanya terhadap Indonesia. Namun, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus penanda bahwa negara atau generasi penerus bangsa ini tidak pernah lupa akan jasa-jasa para pendahulunya,” ungkap Khofifah usai peringatan HSN 2021 di Kota Surabaya, Jumat.

Minta Santri Definisikan Ulang Makna Jihad

Di sini Khofifah juga meminta para santri mendefinisikan ulang makna jihad dengan konteks kekinian. Bila dulu para santri berjihad melawan penjajahan Belanda, maka saat ini jihad berarti melawan kemiskinan, memerangi kebodohan, dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.

Maka dari itu, Khofifah meminta para santri terus meng-upgrade skill digital, menempa kreativitas, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Santri juga harus menguasai berbagai keterampilan seperti, bidang teknologi, information technology (IT), bidang komunikasi dengan menguasai bahasa asing , menajemen waktu,  disiplin, sinergitas dan kolaborasi.

Penemuan teknologi yang tak terbayangkan bermunculan dari waktu ke waktu sehingga turut mengubah pola interaksi dan pola bekerja manusia. Kondisi disrupsi ini akan memunculkan lapangan pekerjaan yang sama sekali baru.

“Santri harus adaptif agar tidak tergerus kemajuan zaman. Ini penting untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya sekedar unggul, kompetitif, dan berdaya saing namun juga menjunjung tinggi nilai serta karakter kebangsaan,” imbuhnya.

“Saya optimistis santri-santri asal Jawa Timur dapat menempati posisi-posisi strategis di berbagai level dan bidang kehidupan bangsa, memberi kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang,” tambah Khofifah.

Dorong Santri Masuk Industri Halal

Terkait potensi industri halal dunia, Gubernur mendorong santri untuk menjadi pioneer dalam mewarnai pertumbuhan ekonomi Indonesia dan dunia.

Apalagi Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia, maka akan menjadi potensi keuntungannya akan berkali lipat.

“Potensi Indonesia memiliki santri. Mari kerja keras, kolaboratif dan terukur agar kita tidak jadi pengimpor halal food tapi menjadi pengekspor produk halal food,” katanya.

Justru negara seperti Brazil dan Australia menjadi produsen makanan halal atau halal food terbesar di dunia adalah Brazil, disusul Australia.

“Idealnya, Indonesia sangat luar biasa dengan kekuatan para santri bisa masuk dan mewarnai perkembangan industri halal di Indonesia,” pungkasnya.(ima/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily