Minggu, Januari 23, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaJatimGubernur Khofifah Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima anugerah Dwija Praja Nugraha dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Anugerah tertinggi ini diberikan kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen luar biasa pada dunia pendidikan, guru dan PGRI.

Penghargaan berupa lencana dan piagam itu diberikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd kepada Gubernur Khofifah saat Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-76 PGRI nasional 2021 di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu (4/12/2021).

Gubernur Khofifah mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Jawa Timur, guru, tenaga pendidik dan kependidikan atas kerja keras dan dedikasinya untuk Jatim.

Dia selalu berdoa agar para guru, pendidik dan tenaga kependidikan selalu sehat, kuat dan semangat dalam menjalankan tugas mendidik anak bangsa.

“Setiap peringatan Hari Guru Nasional, saya tak akan pernah mengawali selain dengan mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan dedikasi bapak ibu guru semua,” ujarnya.

Guru mendarmabaktikan hidup untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

Di HUT ke-76 PGRI dan HGN ini Khofifah turut menyampaikan apresiasi bagi para guru, pendidik dan tenaga di masa pandemi untuk tetap beradaptasi pembelajaran virtual.

Khofifah mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan Pemprov di bidang pendidikan, berbagai prestasi diraih.

Yakni siswa Jarim terbanyak lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini, baik melalui jalur reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.

Selain prestasi dalam SBMPTN maupun SNMPTN, tahun ini Provinsi Jatim juga berhasil keluar sebagai juara umum Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021.

Pada 2020, Jatim juga meraih gelar juara umum. KSN Merupakan event yang digelar Pusat Prestasi Nasional (PPN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan merupakan ajang yang sangat bergengsi bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Serta adapula Penilian Indeks Kinerja Urusan  Pendidikan yang dilaksanakan oleh Kemendagri,  dimana Jawa Timur menjadi yang tertinggi di indonesia.

“Ini artinya bahwa apa yang sudah dilakukan oleh para guru dan para pendidik di Jatim sudah on the right track, pada posisi yang benar. Namun saya berpesan agar jangan pernah lelah berinovasi, terus meningkatkan improvement karena hari ini sangat dinamis sekali, kita kerja keras pihak lain berlari kencang, kita berlari orang lain melakukan lompatan, kita melompat, orang lain menggunakan Artificial Intelligent,” katanya.

Menurutnya, transformasi digital hari ini menjadi sebuah keniscayaan dan keharusan. Ditambah kondisi pandemi mendorong dunia pendidikan harus terus beradaptasi.

“Sesungguhnya hal itu justru hari ini menjadi sangat krusial untuk membentuk karakter anak di tengah terpaan informasi dan pengaruh dari luar. Oleh karena itu, saya berharap guru dapat menjalankan peran sebagai pendidik seutuhnya, tidak hanya pemberi ilmu tetapi juga orang tua di sekolah yang menjadi pembentuk karakter siswa,” katanya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, pada 18 Agustus 2020 tahun lalu Jatim mulai melakukan pemetaan terkait pembelajaran tatap muka (PTM) secara bertahap. Dimana satu kab/kota hanya satu sekolah, 1 SMA, 1 SMK atau sederajat dan satu kelas hanya diisi 10 orang di awal.

Tidak hanya itu, setiap UPT Pemprov Jatim dan cabang dinas pendidikan Provinsi Jatim wajib menyiapkan tempat pembelajaran. Selain sarana prasarana, disiapkan pula jaringan internet yang lancar. Ia pun meminta tidak menyiapkan tempat pembelajaran namun juga menyiapkan makan siang.

Sebut sebagai Hybrid Learning

“Kami menyebut ini hybrid learning secara bertahap. Ini sesuatu yang kita ingin bangun dalam upaya kita meningkatkan SDM, dan tanggungjawab kita. Dan Alhamdulillah ini semua berjalan lancar. Terimakasih support Bupati/Wali Kota dan seluruh kepala cabang dinas pendidikan se – provinsi Jatim,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd mengatakan sebelum memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha, PGRI telah melakukan penelusuran atas kriteria baii kuantitatif, kualitatif, dan jejak digital.

“Sampai akhirnya para panelis memutuskan memberikan anugerah Dwija Praja Nugraha kepada Ibu Gubernur Jatim, ditambah beliau sebagai Gubernur telah banyak menerima penghargaan kurang lebih ada 120 penghargaan baik nasional maupun Internasional. Semoga anugerah ini bisa menambah semangat ibu dalam mendarma baktikan diri bagi bumi pertiwi khsususnya di Jatim,” katanya.

Menurutnya, sesuai tema peringatan HUT ke-76 PGRI dan HGN 2021 yakni ‘Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan Menuju Bangkit Guruku, Maju Negeriku: Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’ mengandung makna peran guru, dosen, pendidik dan tenaga kependidikan sangat strategis dalam peningkatan mutu pendidikan.

“PGRI memandang diantara beragam dampak Covid-19, ada makna positif atau turning point bagi PGRI dengan menjadikan disrupsi teknologi sebagai kekuatan untuk mengubah arah dan strategi perjuangan organisasi dalam meningkatkan martabat dan dan maruah anggota organisasi,” katanya.

Prof. Unifah mengatakan, pandemi ini melahirkan kegairahan baru bagi guru untuk terus belajar. PGRI juga memfasilitssi jutaan guru terkoneksi untuk saling belajar melalui beragam kegiatan baik webinar, workshop, termasuk saat menghadapi ujian PPPK.

Menurutnya, inovasi teknologi pembelajaran saat ini telah menjadi bagian dari perbincangan sehari-hari, memperkuat solidaritas dan soliditas.

PGRI Pelopori Lahirnya Guru Era Baru

PGRI memelopori lahirnya guru era baru, belajar dan pelatihan tidak hanya dimonopoli orang kota tetapi akses bagi semua.

“Terimakasih kepada Presiden Jokowi yang tidak pernah lelah mendengar suara hati kami, mengerti kebutuhan dan harapan jami terutama dalam penyelesaian berbagai persoalan guru, honorer dan guru 3T baik negeri dan swasta, serta menjadikan guru, dosen, mahasiswa dan pelajar untuk diprioritaskan dalam vaksin Covid,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah berkesempatan langsung menyapa para guru yang berada di luar negeri dan daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) secara virtual. Diantaranya Didit Janu dari Kab. Malang yang menjadi guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Thailand, kemudian Eka Ermonika tenaga kependidikan honorer di NTB.

Serta turut meninjau stand pameran yang menampilkan inovasi hasil karya guru-guru se-Jatim selama pandemi, baik guru Sekolah Pendidikan Khusus, SMA/SMK, berupa inovasi program pendidikan di Jatim seperti elektrika, robotika dan produk UMKM.

Turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Sesdirjen GTK Kemendikbud Prof. Nunuk Suryani, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf, Ketua Kwarda Jatim Arum Sabil, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, serta para guru anggota PGRI dari berbagai wilayah di Indonesia.(ima/aka)

@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed