Jalan Inspeksi Kali Jadi Lahan Parkir Liar RTH Kalijodo, Kok Bisa Ya? 

Maraknya parkir liar di wilayah Daerah  Khusus Jakarta ( DKJ) banyak dikeluhkan oleh masyarakat.Pasalnya , selain mematok tarif parkir yang melebihi aturan yang ditetapkan, parkir liar juga menggunakan fasilitas jalan umum. 

May 20, 2024 - 07:24
Jalan Inspeksi Kali Jadi Lahan Parkir Liar RTH Kalijodo, Kok Bisa Ya? 
Jalan Inspeksi Kali yang jadi area parkir liar. 

NUSADAILY. COM -JAKARTA - Maraknya parkir liar di wilayah Daerah  Khusus Jakarta ( DKJ) banyak dikeluhkan oleh masyarakat.Pasalnya , selain mematok tarif parkir yang melebihi aturan yang ditetapkan, parkir liar juga menggunakan fasilitas jalan umum. 

Salah satunya kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo Jakarta Barat, area parkirnya menutup jalan Kepanduan II ( Jalan Inspeksi).
Bahkan parahnya lagi bagi pengendara yang akan melintas jalan ini dikenakan biaya seperti tarif perkir Rp 5000,-  per motor. 

Sehingga hal ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat utamanya para pengemudi ojek online. Seperti yang diceritakan seorang  driver ojek online yang tidak ingin disebut namanya 

Ia mengeluhkan saat melintas di kawasan tersebut, dirinya ditarik biaya parkir Rp 5000,-.Padahal dia tidak parkir di kawasan tersebut, dan hanya ingin lewat untuk menuju wilayah ke kawasan Teluk Gong. 

"Lah, orang mau lewat doang kok diharuskan bayar parkir,” keluhnya kepada wartawan Sabtu (18/5/2024). 

Kondisi ini membuat para pengendara atau pengunjung Taman RTH merasa tidak nyaman. Pastinya mereka akan merasa enggan untuk singgah atau melintas di kawasan tersebut  

Fenomena parkir liar ini juga mengundang perhatian  seorang pengamat kebijakan publik Awy Eziary, SH. Dia mengatakan jalan resmi milik pemerintah yang aksesnya hidup untuk dipergunakan masyarakat umum tidak diperbolehkan ditutup apalagi dibuat pintu parkir.

" Jalan umum milik pemerintah itu siapa saja boleh lewat, gratis, bukan dimanfaatkan untuk lahan bisnis demi kepentingan diri atau golongan,” kata Awy saat dimintai tanggapannya. 

Sementara itu,  Kepala UP Parkir DKI Jakarta, Adjie, saat dikonfirmasi 
mengatakan, parkiran di RPTRA Kalijodo merupakan parkir liar. Sejak covid 19, Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pengelola RPTRA telah berakhir.

"Saat ini lokasi itu masih di evaluasi oleh UP Parkir DKI Jakarta," ucapnya singkat. 

Dari informasi yang beredar area ini dikelola oleh salah satu ormas yang ada di wilayah tersebut. Bahkan kabarnya ketuanya Ormas tersebut merupakan orang dekat salah satu mantan menteri yang saat ini terjerat kasus korupsi. 

Sebelumnya juga viral tayangan video  oknum nurun parkir liar di kawasan Masjid Istiqlal. Dalam tayangan tersebut petugas parkir meminta tarif parkir sebesar Rp 150 ribu kepada pengguna kendaraan. (sir)