Israel Serang Palestina, 10 Warga Sipil Tewas

Sebanyak 10 warga Palestina tewas dalam serangan pasukan Israel di Tepi Barat 26 Januari lalu. Ini bisa dibilang sebagai hari paling berdarah di Tepi Barat

Israel Serang Palestina, 10 Warga Sipil Tewas
Bentrok tentara Israel dengan warga Palestina. (foto: medcom.id)

NUSADAILY.COM – PALESTINA – Sebanyak 10 warga Palestina tewas dalam serangan pasukan Israel di Tepi Barat 26 Januari lalu. Ini bisa dibilang sebagai hari paling berdarah di Tepi Barat dalam beberapa tahun meletus selama penggerebekan di kamp pengungsi yang padat di Kota Jenin. Di mana tembakan terdengar di jalan-jalan dan asap mengepul dari barikade jalanan yang terbakar.

 

Kementerian Kesehatan Palestina sebagaimana dilasnir dari medcom.id, menyebutkan sembilan korban tewas akibat bentrokan itu termasuk seorang wanita. Ditambahkan bahwa 20 orang terluka sebelum pasukan Israel mundur pada pagi hari.

Pihak Militer mengatakan, pasukan Israel diserang selama "operasi kontraterorisme untuk menangkap pasukan teror Jihad Islam" dan menembak beberapa pejuang musuh.

 

Sejak pencatatannya dimulai pada 2005, PBB tidak pernah mencatat jumlah kematian setinggi itu dalam satu operasi tunggal di Tepi Barat.

 

“Sementara korban Palestina kesepuluh kemudian ditembak mati oleh pasukan Israel di Al-Ram, dekat Ramallah,” kata kementerian Kesehatan Palestina, seperti dikutip AFP, Jumat 27 Januari 2023.

 

Kantor berita resmi Palestina, Wafa mengatakan, korban ditembak dalam bentrokan yang meletus selama protes terhadap pembunuhan di Jenin.

 

Kekerasan tersebut mendorong Otoritas Palestina untuk mengumumkan penghentian koordinasi keamanan dengan Israel, sebuah langkah yang dikritik oleh Amerika Serikat.

 

Di antara mereka yang dipastikan tewas di Jenin adalah Majeda Obeid, 61, yang tinggal beberapa meter dari rumah yang menjadi sasaran pasukan Israel.

 

Putrinya, Kefiyat Obeid, mengatakan, kepada AFP bahwa ibunya ditembak saat dia mengintip ke luar jendela saat terjadi bentrokan.

 

"Setelah dia selesai berdoa, dia berhenti sejenak untuk melihat dan, ketika dia berdiri, lehernya terkena peluru dan dia jatuh ke dinding dan kemudian ke lantai," ucap wanita berusia 26 tahun itu. AFP, saat noda darah meresap ke permadani rumah mereka.

Militer mengatakan, serangan itu menargetkan militan Jihad Islam yang diduga berada di balik serangan terhadap tentara dan warga sipil Israel dan, menurut Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, berencana "untuk melakukan serangan teror di Israel".

 

“Sebanyak tiga warga Palestina ditembak dalam baku tembak. Sementara pasukan Israel menembak dua lainnya melarikan diri dari tempat kejadian", kata sebuah pernyataan militer.

 

Pasukan Israel juga menembak tersangka keenam di dalam sebuah gedung, dan warga Palestina lainnya terkena tembakan setelah menembaki pasukan, kata tentara.

 

"Klaim mengenai korban tambahan selama baku tembak sedang diselidiki," tambahnya.

 

“Tidak ada korban di antara pasukan Israel,” kata militer.

 

Wisam Bakr, Direktur Rumah Sakit Pemerintah Jenin, mengatakan ada "keadaan panik" di bangsal anak dengan beberapa anak menderita inhalasi gas air mata.

 

Militer Israel mengatakan kepada AFP "aktivitas itu tidak jauh dari rumah sakit dan kemungkinan beberapa gas air mata masuk melalui jendela yang terbuka".

 

Warga Jenin, Umm Youssef Al-Sawalmi mengatakan, rumah-rumah dihantam selama penggerebekan. "Jendela, pintu, dinding, dan bahkan kulkas, semuanya rusak terkena peluru," katanya kepada AFP.

 

Juru bicara Jihad Islam Tariq Salmi bersumpah bahwa "perlawanan ada di mana-mana dan siap untuk konfrontasi berikutnya".

 

Kematian terbaru membuat jumlah warga Palestina yang tewas di Tepi Barat sepanjang tahun ini menjadi 30 orang, termasuk pejuang dan warga sipil, yang sebagian besar ditembak oleh pasukan Israel.

 

Saleh al-Arouri, wakil pemimpin kelompok militan Palestina Hamas yang memerintah Gaza, bersumpah bahwa Israel "akan membayar harga untuk pembantaian Jenin".(*)