Israel Ancam Hizbullah, Sebut Bakal Hancur Jika Perang Total

Dalam video, drone Hizbullah menunjukkan dengan tepat fasilitas militer, pertahanan dan energi Israel, serta infrastruktur sipil dan militer. "Kami sangat dekat dengan momen ketika kami akan memutuskan untuk mengubah aturan main melawan Hizbullah dan Lebanon," kata Katz, dikutip AFP, Rabu (19/6).

Jun 19, 2024 - 07:25
Israel Ancam Hizbullah, Sebut Bakal Hancur Jika Perang Total

NUSADAILY.COM – TEL AVIV - Israel memperingatkan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon akan hancur jika pecah perang total.

Menteri Luar Negeri Israel Yisrael Katz mengeluarkan ancaman ini usai Hizbullah merilis video berdurasi lebih dari sembilan menit yang menunjukkan rekaman drone yang konon Hizbullah di Israel utara, termasuk sebagian kota dan pelabuhan Haifa.

Dalam video, drone Hizbullah menunjukkan dengan tepat fasilitas militer, pertahanan dan energi Israel, serta infrastruktur sipil dan militer.

"Kami sangat dekat dengan momen ketika kami akan memutuskan untuk mengubah aturan main melawan Hizbullah dan Lebanon," kata Katz, dikutip AFP, Rabu (19/6).

"Dalam perang total, Hizbullah akan hancur dan Lebanon akan terkena dampak paling parah," imbuhnya.

Nyaris setiap hari kedua pihak saling serang sejak pecah perang Israel dengan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Hizbullah meningkatkan serangan ke Israel utara pekan lalu, setelah serangan Israel menewaskan salah satu komandan seniornya.

Amerika Serikat (AS) sudah menyerukan deeskalasi konflik di perbatasan Lebanon usai tensi ketegangan meningkat.

Utusan AS Amos Hochstein mendesak agar konflik lintas perbatasan antara Hizbullah dan Israel mereda.

"Konflik antara Israel dan Hizbullah sudah berlangsung cukup lama," kata utusan presiden saat berkunjung ke Beirut, Selasa lalu (18/6).

Ia menyebut adalah kepentingan semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan diplomatis.

"Hal ini dapat dicapai dan mendesak," pungkasnya.

Hochstein bertemu dengan ketua parlemen Lebanon Nabih Berri, sekutu utama Hizbullah, sehari setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerussalem.

"Berri dan saya berdiskusi dengan sangat baik. Kami membahas situasi keamanan dan politik saat ini di Lebanon, serta kesepakatan yang ada saat ini sehubungan dengan Gaza, yang juga memberikan peluang untuk mengakhiri konflik di Garis Biru," kata Hochstein. merujuk pada garis demarkasi antara Israel dan Lebanon.(han)