Yordania Kecam Penggalian Israel di Kompleks Masjid Al-Aqsa

  • Whatsapp
masjid yordania
Seorang pengunjung melintas di depan Dome of Rock (Kubah Batu), kompleks Masjid Al Aqsa, Kota Tua Yerusalem, Minggu (31/5/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Ammar Awad/pras.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Yordania pada Minggu (10/1) mengecam penggalian oleh Israel baru-baru ini di dekat Buraq Wall, yang dikenal sebagai Tembok Ratapan di Israel, sebagai pelanggaran terbaru terhadap Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem.

Tembok tersebut merupakan bagian dari kompleks Masjid Al-Aqsa, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daifallah Fayez.

Baca Juga

BACA JUGA: Jejak-Jejak Normalisasi Sejumlah Negara dengan Israel, Pil Pahit Palestina di Tahun 2020 – Nusadaily.com

Ia juga menegaskan bahwa Yordania menolak semua tindakan sepihak Israel di Yerusalem Timur yang diduduki, Kota Tua dan Masjid Al-Aqsa.

Sederet provokasi ini merupakan pelanggaran hukum internasional, katanya.

BACA JUGA: Indonesia Tak Berminat Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel – Imperiumdaily.com

Menurut Fayez, tugas pengelolaan dan pemeliharaan di kompleks Masjid Al-Aqsa, termasuk tembok dan pintu gerbangnya, diawasi oleh Wakaf Islam Yerusalem, yang dijalankan oleh Jordania, berdasarkan hukum internasional dan status quo hukum dan sejarah.

Juru bicara Yordania itu mendesak Israel agar menghentikan pelanggaran serta provokasi mereka dan menghormati status quo hukum dan sejarah Kota Tua tersebut.

BACA JUGA: 11 Wilayah di Jawa Timur Diterapkan PPKM – Javasatu.com

Para pemukim itu berkeliling di sekitar masjid secara provokatif dan melakukan ritual Talmud di area alun-alun. Lalu, mereka mulai meninggalkan kawasan itu melalui pintu Al-Silsila, menurut laporan Gulf Times melansir dari kantor berita Palestina, Selasa (10/11).

Selain itu, kelompok pemukim tersebut juga mulai membangun pos permukiman baru di tanah Ras al-Tin yang terletak di sebelah timur Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. Dilansir dari republika.co.id, seorang saksi mata pun menyaksikan langkah pembangunan permukiman.

Saksi mata melaporkan, para pemukim mulai meratakan dan meletakkan beberapa tenda. Mereka melakukan hal itu sebagai bentuk persiapan untuk pendirian pos terdepan permukiman. ‘Ras al Tin’ sendiri adalah sebuah komunitas pastoral di mana terdapat sebuah sekolah dasar yang menghadapi ancaman pembongkaran oleh otoritas pendudukan.(mic)