Kamis, Desember 2, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalVaksin Pfizer/BioNTech Sangat Protektif Untuk Usia 12-18

Vaksin Pfizer/BioNTech Sangat Protektif Untuk Usia 12-18

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – BENGALURU – Vaksin Pfizer Inc/BioNTech SE 93 persen efektif dalam mencegah kasus rawat inap di antara orang-orang berusia 12 hingga 18 tahun. Menurut studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penelitian itu dilakukan oleh CDC AS antara Juni hingga September 2021. Ketika kasus virus corona varian Delta yang sangat menular menjadi yang paling mendominasi.

Baca Juga: Pfizer/BioNTech Ajukan Data Vaksin COVID untuk Anak ke Uni Eropa

Namun, data dari sejumlah 19 rumah sakit anak menunjukkan bahwa di antara 179 pasien rawat inap di rumah sakit karena COVID-19. 97 persen antaranya adalah mereka yang tidak melakukan vaksin.

Hal itu menjadi anggapan yang menunjukkan bahwa ini menjadi jaminan kemanjuran vaksin COVID-19 Pfizer Inc/BioNTech.

Baca Juga: Brazil Rundingkan Pembelian 150 Juta Dosis Vaksin Pfizer Untuk 2022

Selain itu, dari sekitar 16 persen pasien terpapar COVID-19 yang melakukan perawatan di rumah sakit dengan kondisi cukup parah. Hingga para pasien yang membutuhkan alat penyokong hidup tidak ada yang melakukan vaksin.

Laporan hasil studi CDC itu berdasarkan pada uji coba oleh kedua perusahaan farmasi itu terhadap beberapa kelompok. Dengan rentang usia 12 hingga 18 tahun yang menunjukkan respons kekebalan tinggi terhadap virus corona.

Baca Juga: Proteksi Bisa Turun, Vaksin Pfizer Tetap Efektif Cegah Kematian

Namun, uji coba itu tidak bukan rancangan Pfizer Inc dan BioNTech untuk menunjukkan tingkat kemanjuran vaksin untuk mencegah kasus pasien rawat inap.

Vaksin Pfizer/BioNTech mendapat izin untuk digunakan anak-anak berusia 12 tahun, dan kedua perusahaan itu mengupayakan izin penggunaan vaksinnya untuk anak-anak berusia lima tahun.

Baca Juga: Ratusan Ribu Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Tiba di Indonesia

Sebuah panel penasihat ahli untuk Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS besar harap untuk dapat mempertimbangkan data uji coba vaksin terhadap anak-anak pada akhir Oktober.

“Data CDC memperkuat pentingnya vaksinasi untuk melindungi para anak muda AS dari COVID-19 yang parah,” kata para penulis penelitian.(nd3)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR