Rabu, September 28, 2022
BerandaInternationalTerinfeksi Cacar Monyet, Pria Ini Kelayapan di Kereta dan Ogah Isolasi karena...

Terinfeksi Cacar Monyet, Pria Ini Kelayapan di Kereta dan Ogah Isolasi karena Merasa Bukan Gay

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Seorang dokter menemukan pasien terinfeksi cacar monyet yang masih bepergian menggunakan transportasi umum. Padahal gejala yang muncul dari pria tersebut sudah parah dan sangat menular.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Dalam keterangannya, pasien tersebut tidak dianjurkan menjalani isolasi mandiri oleh dokternya. Ia juga merasa dirinya tidak mengidap cacar monyet sebab menurutnya penyakit tersebut hanya menyerang kelompok gay.

BACA JUGA: Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet, Apakah Harus Karantina?

“Pria tersebut mengatakan kemungkinan terkena monkeypox namun dokternya tidak menyuruhnya tinggal di rumah,” beber ahli bedah tersebut dikutip dari cuitannya yang viral di Twitter.

Nahasnya lagi, tampak penumpang lain tidak ambil pusing dengan keberadaaan pasien tersebut. Bahkan seorang lansia menyebut dia tak khawatir akan cacar monyet karena menganggap infeksi virus itu hanya akan menyerang kelompok LGBT.

Tidak sedikit yang menganggap monkeypox atau cacar monyet hanya menginfeksi kaum gay. Konsep ini jelas salah karena virus ini bisa menular pada siapa saja.

BACA JUGA: Duh! Cacar Monyet Ngamuk di Inggris, Kini Tembus 500 Kasus

“Meskipun kita mungkin melihat kelompok terutama pada kelompok orang tertentu, virus tidak membedakan ras, agama, atau orientasi seksual,” kata peneliti penyakit menular asal Amerika Serikat Dr Boghuma Titanji.

Penyebaran cacar monyet tidak hanya terbatas pada aktivitas seksual di kalangan homoseksual. Penularan dapat terjadi melalui kontak dekat dengan benda atau cairan tubuh yang terkontaminasi dari individu yang terinfeksi dan melalui transmisi droplet, artinya setiap orang berisiko.(eky)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Cerita Roy Citayam Fashion Week, Dulu Dapat Rp 5 Juta Sehari Kini Sepi Tawaran

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Citayam Fashion Week yang sempat menjadi fenomena kini tidak lagi eksis. Kawasan Dukuh Atas yang menjadi lokasi fashion show di...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Seorang dokter menemukan pasien terinfeksi cacar monyet yang masih bepergian menggunakan transportasi umum. Padahal gejala yang muncul dari pria tersebut sudah parah dan sangat menular.

Dalam keterangannya, pasien tersebut tidak dianjurkan menjalani isolasi mandiri oleh dokternya. Ia juga merasa dirinya tidak mengidap cacar monyet sebab menurutnya penyakit tersebut hanya menyerang kelompok gay.

BACA JUGA: Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet, Apakah Harus Karantina?

"Pria tersebut mengatakan kemungkinan terkena monkeypox namun dokternya tidak menyuruhnya tinggal di rumah," beber ahli bedah tersebut dikutip dari cuitannya yang viral di Twitter.

Nahasnya lagi, tampak penumpang lain tidak ambil pusing dengan keberadaaan pasien tersebut. Bahkan seorang lansia menyebut dia tak khawatir akan cacar monyet karena menganggap infeksi virus itu hanya akan menyerang kelompok LGBT.

Tidak sedikit yang menganggap monkeypox atau cacar monyet hanya menginfeksi kaum gay. Konsep ini jelas salah karena virus ini bisa menular pada siapa saja.

BACA JUGA: Duh! Cacar Monyet Ngamuk di Inggris, Kini Tembus 500 Kasus

"Meskipun kita mungkin melihat kelompok terutama pada kelompok orang tertentu, virus tidak membedakan ras, agama, atau orientasi seksual," kata peneliti penyakit menular asal Amerika Serikat Dr Boghuma Titanji.

Penyebaran cacar monyet tidak hanya terbatas pada aktivitas seksual di kalangan homoseksual. Penularan dapat terjadi melalui kontak dekat dengan benda atau cairan tubuh yang terkontaminasi dari individu yang terinfeksi dan melalui transmisi droplet, artinya setiap orang berisiko.(eky)