Kamis, September 29, 2022
BerandaInternationalTaliban Akan Terima Pengungsi Afghanistan yang Dideportasi

Taliban Akan Terima Pengungsi Afghanistan yang Dideportasi

NUSADAILY.COM – VIENNA – Pemerintah Taliban di Afghanistan akan menerima migran Afghanistan yang permohonan suakanya ditolak di Eropa dan mereka akan menghadapi pengadilan, kata juru bicara Taliban seperti dikutip surat kabar Austria pada Senin (20/8).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Evakuasi AS Hampir Berakhir, Taliban Bersiap Bentuk Kabinet Baru

Pemerintah Austria yang dikuasai partai konservatif telah mengambil tindakan tegas terhadap pencari suaka dan pengungsi Afghanistan di Uni Eropa.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer awalnya mengatakan Austria harus terus mendeportasi pencari suaka yang ditolak agar kembali ke Afghanistan selama mungkin.

Nehammer sejak itu mengakui hal itu tidak dimungkinkan lagi karena pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban.

Dia menginginkan “pusat deportasi” didirikan di negara-negara tetangga yang akan menampung mereka.

Juru bicara Zabihullah Mujahid mengatakan kepada surat kabar Kronen Zeitung bahwa pemerintahnya bersedia menerima orang-orang Afghanistan yang dideportasi.

“Ya. Mereka akan dibawa ke pengadilan. Pengadilan kemudian harus memutuskan bagaimana kelanjutan nasib mereka,” kata Zabihullah saat ditanya apakah akan menerima pencari suaka Afghanistan di Jerman atau Austria yang klaim suakanya telah ditolak atau yang telah melakukan kejahatan di negara-negara Eropa tersebut.

Dia tidak menjelaskan mengapa mereka harus dibawa ke pengadilan atau persidangan apa yang mungkin mereka hadapi di sana.

Mujahid juga mengulangi janji pemerintah Taliban untuk menghormati hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam atau Syariat.

“Kami akan menjamin semua yang menjadi hak perempuan di bawah Syariat,” kata Zabihullah.

Dia mengatakan Taliban akan memberikan hak-hak Islam kepada perempuan, memberi kesempatan pendidikan dan menciptakan kondisi bagi mereka untuk bekerja.

BACA JUGA: Penari Afghanistan Khawatir Keselamatan Usai Taliban Rebut Kekuasaan

“Kami sedang dalam proses menempatkan semua itu pada tempatnya,” kata Mujahid.(int2)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Kalau Pandemi Sudah Tidak Ada, Biaya Pasien COVID Ditanggung Siapa?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Dunia diyakini tengah menghitung waktu menuju akhir pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI menyebut, kelak pandemi COVID-19 telah dinyatakan selesai dan...

NUSADAILY.COM - VIENNA - Pemerintah Taliban di Afghanistan akan menerima migran Afghanistan yang permohonan suakanya ditolak di Eropa dan mereka akan menghadapi pengadilan, kata juru bicara Taliban seperti dikutip surat kabar Austria pada Senin (20/8).

BACA JUGA: Evakuasi AS Hampir Berakhir, Taliban Bersiap Bentuk Kabinet Baru

Pemerintah Austria yang dikuasai partai konservatif telah mengambil tindakan tegas terhadap pencari suaka dan pengungsi Afghanistan di Uni Eropa.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer awalnya mengatakan Austria harus terus mendeportasi pencari suaka yang ditolak agar kembali ke Afghanistan selama mungkin.

Nehammer sejak itu mengakui hal itu tidak dimungkinkan lagi karena pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban.

Dia menginginkan "pusat deportasi" didirikan di negara-negara tetangga yang akan menampung mereka.

Juru bicara Zabihullah Mujahid mengatakan kepada surat kabar Kronen Zeitung bahwa pemerintahnya bersedia menerima orang-orang Afghanistan yang dideportasi.

"Ya. Mereka akan dibawa ke pengadilan. Pengadilan kemudian harus memutuskan bagaimana kelanjutan nasib mereka," kata Zabihullah saat ditanya apakah akan menerima pencari suaka Afghanistan di Jerman atau Austria yang klaim suakanya telah ditolak atau yang telah melakukan kejahatan di negara-negara Eropa tersebut.

Dia tidak menjelaskan mengapa mereka harus dibawa ke pengadilan atau persidangan apa yang mungkin mereka hadapi di sana.

Mujahid juga mengulangi janji pemerintah Taliban untuk menghormati hak-hak perempuan dalam kerangka hukum Islam atau Syariat.

"Kami akan menjamin semua yang menjadi hak perempuan di bawah Syariat," kata Zabihullah.

Dia mengatakan Taliban akan memberikan hak-hak Islam kepada perempuan, memberi kesempatan pendidikan dan menciptakan kondisi bagi mereka untuk bekerja.

BACA JUGA: Penari Afghanistan Khawatir Keselamatan Usai Taliban Rebut Kekuasaan

"Kami sedang dalam proses menempatkan semua itu pada tempatnya," kata Mujahid.(int2)