Serangan Teroris di Fasilitas Minyak Aramco tak Pengaruhi Pasokan Bahan Bakar

  • Whatsapp
jeddah aramco
FILE - Dalam foto file ini tertanggal 1990, kilang Aramco di Ras Tannura, Arab Saudi. Harga minyak melonjak pada Jumat, 3 Januari 2020, karena investor global dicengkeram ketidakpastian atas potensi dampak dan pembalasan apa pun, setelah Amerika Serikat membunuh jenderal tertinggi Iran Qassem Soleimani. (AP Photo / FILE)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Perusahaan Minyak Arab Saudi, Aramco, mengalami kebakaran pada Senin (23/11) pagi. Kebakaran itu disebabkan penempakan rudal oleh kelompok pemberontak Houthi Yaman. Namun, menurut Aramco pada Selasa (24/11), serangan tersebut tidak berdampak pada pasokan bahan bakar perusahaan.

Dalam sebuah kunjungan media ke fasilitas minyak miliknya di Jeddah utara, Aramco mengatakan kepada wartawan bahwa kebakaran tangki yang disebabkan oleh serangan tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 40 menit dan operasi kembali dilanjutkan dalam waktu sekitar tiga jam, seraya mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

BACA JUGA: Bom Meledak di Jeddah Arab Saudi, Empat Orang Terluka

“Pasokan (minyak) ke pelanggan tidak terpengaruh sama sekali. Ini menunjukkan ketahanan dan keandalan perusahaan untuk memastikan pasokan energi yang berkelanjutan kepada para pelanggan domestik maupun internasional,” ujar Abdullah al-Ghamdi, Manajer Kilang Curah Jeddah Utara.

Menurut al-Ghamdi, sebuah proyektil menghantam salah satu dari 13 tangki di fasilitas tersebut, menyebabkan kerusakan besar pada atap tangki dengan lubang berukuran hampir 2×2 meter.

Tangki yang rusak tersebut masih belum dapat beroperasi, katanya.

Menyediakan solar, bensin dan bahan bakar jet, Kilang Curah Jeddah Utara merupakan sebuah “fasilitas penting” di area yang mendistribusikan sekitar 120.000 barel produk per hari, kata al-Ghamdi.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan bahwa serangan teroris pada Senin (23/11) menimbulkan ledakan dan menyebabkan tangki bahan bakar terbakar di fasilitas minyak di Jeddah tersebut. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi kemudian menuduh pemberontak Houthi di Yaman sebagai dalang di balik serangan itu.(mic)

Post Terkait

banner 468x60