Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalOxford Hentikan Riset Vaksin COVID Pada Anak-Anak Sambil Menunggu Data

Oxford Hentikan Riset Vaksin COVID Pada Anak-Anak Sambil Menunggu Data

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – LONDON – Universitas Oxford pada Selasa (6/4) menghentikan riset berskala kecil vaksin COVID-19 AstraZeneca pada anak-anak dan remaja. Seraya menunggu data lebih banyak mengenai kasus pembekuan darah yang langka pada orang dewasa penerima vaksin.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Penghentian uji coba itu menjadi pukulan terbaru bagi vaksin AstraZeneca, yang pernah disanjung sebagai tonggak sejarah dalam perang melawan pandemi. Setelah sejumlah negara membatasi penggunaannya terkait laporan kelainan medis pascavaksinasi.

BACA JUGA: Universitas Oxford Luncurkan Riset Vaksin COVID-19 Versi Inhaler

Tidak ada kekhawatiran keamanan pada uji coba pediatri, kata Universitas Oxford, menambahkan bahwa pihaknya akan menunggu pedoman dari pengawas obat Inggris sebelum memberikan vaksinasi lebih lanjut.

Oxford pada Februari mengatakan berencana mendaftarkan 300 relawan berusia 6-17 tahun, yang berada di Inggris, sebagai bagian dari riset ini.

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) saat ini sedang mengulas laporan-laporan pembekuan darah otak yang sangat langka. Yang dikenal trombosis sinus vena selebral (CVST) setelah vaksinasi AstraZeneca. Dan diperkirakan akan mengumumkan temuannya pada Rabu atau Kamis.

Pejabat senior EMA mengatakan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara vaksin tersebut dan CVST. Meski penyebab langsung dari pembekuan darah itu masih belum diketahui.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang bersama regulator lain mempelajari secara cermat data terbaru mengenai vaksin AstraZeneca, pada Selasa mengatakan bahwa diharapkan tidak ada lagi alasan untuk mengubah penilaian mereka bahwa manfaat vaksin tersebut lebih besar ketimbang risikonya.

BACA JUGA: Oxford: Obat Asma Mampu Kurangi Risiko Rawat Inap Pasien COVID-19

Gesekan dengan pemerintah di seluruh Eropa mengenai produksi, pasokan, kemungkinan efek samping dan manfaat vaksin membebani produsen obat Anglo-Swedia itu selama berbulan-bulan.

Dokter kenamaan penyakit menular AS, Anthony Fauci, pekan lalu mengatakan kepada Reuters bahwa AS mungkin tidak membutuhkan vaksin AstraZeneca, bahkan jika mereka mengantongi restu regulator.(int2)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR