Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaInternationalNew York diharuskan Kecualikan Vaksin COVID-19 Atas Dasar Agama

New York diharuskan Kecualikan Vaksin COVID-19 Atas Dasar Agama

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – ALBANY – Seorang hakim federal pada Selasa (12/10) memutuskan bahwa Negara Bagian New York tidak boleh memberlakukan kewajiban vaksinasi COVID-19 pada pekerja layanan kesehatan. Tanpa mengizinkan perusahaan tempat mereka bekerja untuk mempertimbangkan permintaan pengecualian atas dasar alasan agama.

Hakim Distrik AS David Hurd di Albany, New York, menetapkan bahwa penerapan mandat vaksinasi pada para pegawai di negara bagian tersebut. Bertentangan dengan hak pekerja layanan kesehatan, yang mendapat perlindungan hukum federal, untuk mendapatkan pengaturan dari perusahaan.

Baca Juga: Dirut Museum 9/11 New York Berupaya Mendidik, Mengilhami Generasi Muda

Putusan itu merupakan uji kasus pada saat kalangan yang menentang kewajiban vaksinasi COVID-19 bersiap melawan rencana pemerintah Presiden AS Joe Biden. Untuk memberlakukan kewajiban tersebut pada puluhan ribu warga Amerika yang belum vaksin.

Vaksin telah menjadi topik yang sangat dipolitisasi di Amerika Serikat.

Di negara itu, warganya yang sudah melakukan vaksin baru mencapai 66 persen –angka yang belum memenuhi target pemerintahan Biden.

Gugatan hukum oleh 17 pekerja layanan kesehatan yang menentang kewajiban vaksinasi.

Mereka menganggap mandat tersebut merupakan pelanggaran terhadap Konstitusi AS dan hukum federal mengenai hak warga sipil. Yang menetapkan bahwa pengusaha harus secara layak menampung kepentingan karyawannya menyangkut kepercayaan pada agama mereka masing-masing.

Hakim Hurd sepakat dengan anggapan itu. Ia menyatakan perintah yang keluar dari otoritas negara bagian “jelas” bertentangan dengan hak para pegawai. Untuk mendapatkan pengaturan terkait kepercayaan pada agama.

Gubernur New York Kathy Hochul menyatakan akan berjuang melawan putusan tersebut.

Pejabat asal Partai Demokrat itu mengatakan tanggung jawabnya sebagai gubernur “adalah untuk melindungi masyarakat di negara bagian ini. Kemudian mewajibkan para pekerja layanan kesehatan untuk menjalani vaksinasi adalah langkah yang akan mencapai tujuan tersebut.”

Saat ini, sedikitnya ada 24 negara bagian di AS yang menerapkan kewajiban vaksinasi pada para pegawai, biasanya pada mereka yang bekerja di sektor layanan kesehatan.

Baca Juga: Uniqlo x Theory 2021 Spring/Summer, Tampilkan Gaya “Athleisure” New York

Departemen Kesehatan New York pada 26 Agustus memerintahkan pekerja profesional bidang kesehatan agar pada 27 September sudah melakukan vaksin anti-COVID.

Perintah Depkes New York itu tidak membolehkan ada pengecualian atas alasan agama.(nd3)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Hari Ini

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya berencana memeriksa ​selebgram Rachel Vennya terkait dugaan kabur dari isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet...