Senin, Juni 27, 2022
BerandaInternationalMaskapai Internasional Ramai-ramai Tangguhkan Penerbangan Gegara 5G

Maskapai Internasional Ramai-ramai Tangguhkan Penerbangan Gegara 5G

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Maskapai internasional menangguhkan beberapa penerbangan. Keputusan ini dipicu oleh masalah jaringan 5G.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Diberitakan CNN, beberapa maskapai internasional mengatakan akan membatalkan penerbangan ke Amerika Serikat mulai Rabu. Mereka khawatir akan gangguan antara layanan ponsel 5G dan teknologi pesawat yang penting.

BACA JUGA: Maskapai Super Air Jet Resmi Buka Rute Baru Jakarta-Solo

Emirates, Air India, All Nippon Airways dan Japan Airlines semuanya mengumumkan pemotongan layanan dengan alasan masalah tersebut.

Emirates mengatakan akan menangguhkan penerbangan ke sembilan bandara AS: Boston, Chicago O’Hare, Dallas Fort Worth, George Bush Intercontinental di Houston, Miami, Newark, Orlando, San Francisco dan Seattle. Namun, maskapai ini akan terus terbang ke bandara John F. Kennedy New York, bandara Los Angeles dan Washington Dulles.

Air India mengatakan akan menangguhkan layanan antara Bandara Delhi dan San Francisco, Chicago dan JFK. Maskapai ini juga akan menangguhkan penerbangan Mumbai ke Newark.

BACA JUGA: Maskapai AS Batalkan Ratusan Penerbangan Akibat Omicron

Baik ANA dan Japan Airlines mengatakan mereka telah membatalkan beberapa penerbangan ke AS yang dijadwalkan menggunakan pesawat Boeing 777. Tapi akan mengoperasikan beberapa penerbangan menggunakan Boeing 787 sebagai gantinya.

Dan pada Selasa malam, Delta Air Lines (DAL) mengatakan sedang merencanakan kemungkinan pembatalan terkait layanan 5G di sekitar puluhan bandara AS.

BACA JUGA: Asyik! Maskapai Ini Beri Kompensasi Menarik Jika Koper Tak Keluar dalam 20 Menit

“Perusahaan telekomunikasi pada Selasa sepakat untuk membatasi ruang lingkup penyebaran 5G yang direncanakan pada hari Rabu dan akan menunda implementasi di sekitar bandara tertentu di AS,” kata Delta dalam sebuah pernyataan.

“Meskipun ini merupakan perkembangan positif untuk mencegah gangguan yang meluas pada operasi penerbangan, beberapa pembatasan penerbangan mungkin tetap ada,” imbuh dia dikutip dari detikcom.

Regulator transportasi khawatir pada versi 5G yang dijadwalkan akan diaktifkan pada Januari dapat mengganggu beberapa instrumen pesawat. Lalu, ketakutan menyebar ke kelompok industri penerbangan meski ada jaminan dari regulator telekomunikasi federal dan operator nirkabel.

BACA JUGA: Kekasih Via Vallen Kisahkan Rasa Sakit Hapus Tato

Secara khusus, Administrasi Penerbangan Federal khawatir adanya antena seluler 5G di dekat beberapa bandara dapat mengaburkan pembacaan dari beberapa peralatan pesawat yang dirancang untuk memberi tahu pilot seberapa jauh mereka dari tanah.

Sistem tersebut, yang dikenal sebagai altimeter radar, digunakan selama penerbangan dan dianggap sebagai peralatan penting. Altimeter radar berbeda dari altimeter standar, yang mengandalkan pembacaan tekanan udara dan tidak menggunakan sinyal radio untuk mengukur ketinggian.(eky)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Kusutnya Pengelolaan Tata Ruang Mereduksi Keunikan Spasial Kota Batu

NUSADAILY.COM - KOTA BATU - Kawasan hulu Sungai Brantas sebagai area tangkapan air banyak beralih fungsi. Perusahaan Umum Jasa Tirta I (PJT I) akan...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Maskapai internasional menangguhkan beberapa penerbangan. Keputusan ini dipicu oleh masalah jaringan 5G.

Diberitakan CNN, beberapa maskapai internasional mengatakan akan membatalkan penerbangan ke Amerika Serikat mulai Rabu. Mereka khawatir akan gangguan antara layanan ponsel 5G dan teknologi pesawat yang penting.

BACA JUGA: Maskapai Super Air Jet Resmi Buka Rute Baru Jakarta-Solo

Emirates, Air India, All Nippon Airways dan Japan Airlines semuanya mengumumkan pemotongan layanan dengan alasan masalah tersebut.

Emirates mengatakan akan menangguhkan penerbangan ke sembilan bandara AS: Boston, Chicago O'Hare, Dallas Fort Worth, George Bush Intercontinental di Houston, Miami, Newark, Orlando, San Francisco dan Seattle. Namun, maskapai ini akan terus terbang ke bandara John F. Kennedy New York, bandara Los Angeles dan Washington Dulles.

Air India mengatakan akan menangguhkan layanan antara Bandara Delhi dan San Francisco, Chicago dan JFK. Maskapai ini juga akan menangguhkan penerbangan Mumbai ke Newark.

BACA JUGA: Maskapai AS Batalkan Ratusan Penerbangan Akibat Omicron

Baik ANA dan Japan Airlines mengatakan mereka telah membatalkan beberapa penerbangan ke AS yang dijadwalkan menggunakan pesawat Boeing 777. Tapi akan mengoperasikan beberapa penerbangan menggunakan Boeing 787 sebagai gantinya.

Dan pada Selasa malam, Delta Air Lines (DAL) mengatakan sedang merencanakan kemungkinan pembatalan terkait layanan 5G di sekitar puluhan bandara AS.

BACA JUGA: Asyik! Maskapai Ini Beri Kompensasi Menarik Jika Koper Tak Keluar dalam 20 Menit

"Perusahaan telekomunikasi pada Selasa sepakat untuk membatasi ruang lingkup penyebaran 5G yang direncanakan pada hari Rabu dan akan menunda implementasi di sekitar bandara tertentu di AS," kata Delta dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun ini merupakan perkembangan positif untuk mencegah gangguan yang meluas pada operasi penerbangan, beberapa pembatasan penerbangan mungkin tetap ada," imbuh dia dikutip dari detikcom.

Regulator transportasi khawatir pada versi 5G yang dijadwalkan akan diaktifkan pada Januari dapat mengganggu beberapa instrumen pesawat. Lalu, ketakutan menyebar ke kelompok industri penerbangan meski ada jaminan dari regulator telekomunikasi federal dan operator nirkabel.

BACA JUGA: Kekasih Via Vallen Kisahkan Rasa Sakit Hapus Tato

Secara khusus, Administrasi Penerbangan Federal khawatir adanya antena seluler 5G di dekat beberapa bandara dapat mengaburkan pembacaan dari beberapa peralatan pesawat yang dirancang untuk memberi tahu pilot seberapa jauh mereka dari tanah.

Sistem tersebut, yang dikenal sebagai altimeter radar, digunakan selama penerbangan dan dianggap sebagai peralatan penting. Altimeter radar berbeda dari altimeter standar, yang mengandalkan pembacaan tekanan udara dan tidak menggunakan sinyal radio untuk mengukur ketinggian.(eky)