Senin, Juni 27, 2022
BerandaInternationalLangka! Gurun Medan Perang Badar di Arab Saudi Kini Tertutup Salju

Langka! Gurun Medan Perang Badar di Arab Saudi Kini Tertutup Salju

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Gurun di Arab Saudi mengalami fenomena langka baru-baru ini. Lokasi medan perang Badar tersebut tertutup salju sehingga ramai diperbincangkan warga di media sosial.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Perang Badar sendiri terjadi ketika kaum muslim yang dipimpin Nabi Muhammad menghadapi kaum Quraisy pada 13 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriyah.

BACA JUGA: Mengenal Al Ula dan Mada’in Saleh, Kawasan Tabu yang Jadi Wisata Baru Saudi

Salah satu fotografer Saudi, Osama Al-Habri, mengambil gambar udara wilayah Badar, barat daya kota Madinah pada 11 Januari. Di gambar ini penduduk menikmati pemandangan hamparan salju, sesuatu yang tak biasa.

Beberapa badai salju dan hujan es baru-baru ini di wilayah tersebut telah mengubah lanskap di sekitar Arab Saudi.

BACA JUGA: Al Ula Jadi Destinasi Wisata Mewah di Arab Saudi

Menurut Al Habri, cuaca musim dingin dengan intensitas yang tinggi di daerah gurun Badr merupakan fenomena langka yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun. Ia berkata kepada CNN, itu sebagai, “Badai hujan es bersejarah.”

Fotografer tersebut mengatakan lokasi itu penuh dengan pengunjung. Banyak di antara mereka yang rela menempuh berkilometer perjalanan hanya untuk melihat pemandangan salju.

BACA JUGA: 13 Petugas Umrah Terpapar Covid Sepulang dari Arab Saudi

Sebelumnya, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi telah memperkirakan hujan sedang hingga lebat disertai angin, jarak pandang rendah dan hujan es, terjadi di wilayah Madinah, demikian laporan Saudi Press Agency.

Melansir dari CNNIndonesia.com, fenomena salju di Arab Saudi bukan kali pertama terjadi.

Salah kota di barat laut Arab Saudi, Tabuk, juga diselimuti salju tepat saat Hari Tahun Baru, Sabtu (1/1),

Tabuk juga pernah menjadi medan peperangan kaum muslim yang dipimpin Nabi Muhammad pada 630 Masehi atau 9 Hijriyah.

BACA JUGA: Saudi Kucurkan Dana Rp214 T untuk Proyek Al Ula

Hal tersebut berdasarkan rekaman yang tersebar luas di media sosial.

Banyak orang kemudian berbondong-bondong ke Jebel Al Lawz, saat salju mulai turun menyelimuti sebagian besar wilayah itu.

Jebel Al Lawz adalah sebuah gunung yang terletak di barat laut Arab Saudi, Provinsi Tabuk. Gunung ini dekat perbatasan Yordania, sekitar 200 kilometer barat laut kota Tabuk.

BACA JUGA: Ketika Saudi Membangun Pariwisata di Wilayah yang Dihindari Nabi Muhammad

Namun, cuaca ekstrem membuat pasukan keamanan menutup jalan menuju Jebel Al Lawz setelah ribuan penduduk dan pengunjung datang menikmati pemandangan itu.

Kemudian pada 2021 lalu, salju menutupi sebagian kota utara di Arab Saudi. Terakhir kali Kerajaan diserbu salju yang cukup besar yakni pada 2018. Saat itu, penduduk lokal dan turis melakukan aktivitas salju yang menyenangkan seperti naik kereta luncur dan adu bola salju.(mic)

BERITA KHUSUS

Ada Penampakan Kuntilanak di Acara Gowes HUT ke-104 Kota Mojokerto

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Masih dalam rentetan HUT ke 104 Kota Mojokerto, kali ini ribuan masyarakat berpartisipasi ramaikan gowes bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah...

BERITA TERBARU

Sebelum Bertemu Jokowi, Putin Dijadwalkan Kunjungi 2 Negara Bekas Soviet

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke dua negara bekas Uni Soviet pekan ini, sebelum bertemu dengan Presiden...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Gurun di Arab Saudi mengalami fenomena langka baru-baru ini. Lokasi medan perang Badar tersebut tertutup salju sehingga ramai diperbincangkan warga di media sosial.

Perang Badar sendiri terjadi ketika kaum muslim yang dipimpin Nabi Muhammad menghadapi kaum Quraisy pada 13 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriyah.

BACA JUGA: Mengenal Al Ula dan Mada’in Saleh, Kawasan Tabu yang Jadi Wisata Baru Saudi

Salah satu fotografer Saudi, Osama Al-Habri, mengambil gambar udara wilayah Badar, barat daya kota Madinah pada 11 Januari. Di gambar ini penduduk menikmati pemandangan hamparan salju, sesuatu yang tak biasa.

Beberapa badai salju dan hujan es baru-baru ini di wilayah tersebut telah mengubah lanskap di sekitar Arab Saudi.

BACA JUGA: Al Ula Jadi Destinasi Wisata Mewah di Arab Saudi

Menurut Al Habri, cuaca musim dingin dengan intensitas yang tinggi di daerah gurun Badr merupakan fenomena langka yang belum pernah terjadi selama bertahun-tahun. Ia berkata kepada CNN, itu sebagai, "Badai hujan es bersejarah."

Fotografer tersebut mengatakan lokasi itu penuh dengan pengunjung. Banyak di antara mereka yang rela menempuh berkilometer perjalanan hanya untuk melihat pemandangan salju.

BACA JUGA: 13 Petugas Umrah Terpapar Covid Sepulang dari Arab Saudi

Sebelumnya, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi telah memperkirakan hujan sedang hingga lebat disertai angin, jarak pandang rendah dan hujan es, terjadi di wilayah Madinah, demikian laporan Saudi Press Agency.

Melansir dari CNNIndonesia.com, fenomena salju di Arab Saudi bukan kali pertama terjadi.

Salah kota di barat laut Arab Saudi, Tabuk, juga diselimuti salju tepat saat Hari Tahun Baru, Sabtu (1/1),

Tabuk juga pernah menjadi medan peperangan kaum muslim yang dipimpin Nabi Muhammad pada 630 Masehi atau 9 Hijriyah.

BACA JUGA: Saudi Kucurkan Dana Rp214 T untuk Proyek Al Ula

Hal tersebut berdasarkan rekaman yang tersebar luas di media sosial.

Banyak orang kemudian berbondong-bondong ke Jebel Al Lawz, saat salju mulai turun menyelimuti sebagian besar wilayah itu.

Jebel Al Lawz adalah sebuah gunung yang terletak di barat laut Arab Saudi, Provinsi Tabuk. Gunung ini dekat perbatasan Yordania, sekitar 200 kilometer barat laut kota Tabuk.

BACA JUGA: Ketika Saudi Membangun Pariwisata di Wilayah yang Dihindari Nabi Muhammad

Namun, cuaca ekstrem membuat pasukan keamanan menutup jalan menuju Jebel Al Lawz setelah ribuan penduduk dan pengunjung datang menikmati pemandangan itu.

Kemudian pada 2021 lalu, salju menutupi sebagian kota utara di Arab Saudi. Terakhir kali Kerajaan diserbu salju yang cukup besar yakni pada 2018. Saat itu, penduduk lokal dan turis melakukan aktivitas salju yang menyenangkan seperti naik kereta luncur dan adu bola salju.(mic)