Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalKorea Utara Sebut AS Berlebihan Tanggapi Soal Uji Rudal Kapal Selam

Korea Utara Sebut AS Berlebihan Tanggapi Soal Uji Rudal Kapal Selam

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SEOUL – Korea Utara pada Kamis menyebutkan bahwa Amerika Serikat berlebihan menyikapi uji coba rudal baru-baru ini. Juga mempertanyakan ketulusan Washington untuk menawarkan pembicaraan, memperingatkan konsekuensinya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Uji coba rudal balistik baru pekan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang dan menengah Korea Utara untuk meningkatkan pertahanan diri. Ini tidak tertuju untuk Amerika Serikat atau negara lain mana pun, kata juru bicara di Kementerian Luar Negeri Pyongyang, menurut Kantor Berita KCNA.

Baca Juga: Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Washington mengambil “langkah yang sangat provokatif” dengan menyebut uji coba tersebut sebagai pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB. Juga merupakan ancaman bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, katanya.

Baca Juga: Malaysia Korea Utara Putus Hubungan, Staf Keduataan Disuruh Pulang Kampung

Dewan Keamanan PBB pada Rabu bertemu untuk membahas peluncuran rudal Korut atas permintaan AS dan Inggris. Utusan AS mendesak Pyongyang supaya menerima tawaran pembicaraan, menegaskan kembali bahwa Washington tidak berniat untuk memusuhi mereka.

Juru bicara itu mengatakan “standar ganda” AS atas pengembangan rudal membuat pihak Korut ragu dengan tawaran pembicaraan tersebut.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Jarak Pendek

“Jelas ini adalah standar ganda bahwa Amerika Serikat mengadukan kami atas pengembangan dan pengujian sistem senjata yang sama. Untuk yang sudah atau sedang dalam tahap pengembangan dan bahwa (sikap) itu hanya menambah kecurigaan pada ketulusan mereka. Usai mengatakan bahwa mereka tidak menyalakan permusuhan kepada kami,” kata juru bicara melalui pernyataan lansiran dari KCNA.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Antipesawat yang Baru Dikembangkan

AS beserta dewan bisa menghadapi “konsekuensi yang lebih serius dan berat” apabila mereka memilih tindakan yang salah, katanya, memperingatkan untuk tidak “mengutak atik bom waktu.”(nd3)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR