Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalKerja Sama Infrastruktur Jadi Fokus Pembahasan KTT ASEAN-Jepang

Kerja Sama Infrastruktur Jadi Fokus Pembahasan KTT ASEAN-Jepang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kerja sama konektivitas dan infrastruktur menjadi fokus pembahasan dalam KTT ke-24 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)-Jepang yang berlangsung secara virtual pada Rabu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Infrastruktur memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian kawasan serta menyerap banyak tenaga kerja,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut.

BACA JUGA: Akademisi: ASEAN Tak Undang Junta Militer Myanmar Merupakan Intervensi Positif

Sebagai salah satu mitra ASEAN di bidang infrastruktur, saat ini Jepang memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan dengan nilai 259 miliar dolar AS (sekitar Rp3.683 triliun) di berbagai negara ASEAN, termasuk di Indonesia.

ASEAN dan Jepang memiliki kerja sama yang cukup panjang dalam pembangunan infrastruktur, bahkan pemerintah Jepang telah lama terlibat mendukung implementasi Master Plan on ASEAN Connectivity (Rencana Induk Konektivitas ASEAN).

“Penting untuk digarisbawahi bahwa infrastruktur dan konektivitas adalah salah satu prioritas kerja sama konkret di bawah ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik),” tutur Retno.

BACA JUGA: Gansu Pererat Hubungan China-ASEAN

Oleh karena itu dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengungkapkan rencana Indonesia untuk mengadakan Forum Infrastruktur Indo-Pasifik pada 2023. Ketika Indonesia memegang keketuaan ASEAN.

BACA JUGA: AS Desak ASEAN untuk Ambil Tindakan Terhadap Myanmar

“Kemitraan dengan sektor swasta Jepang pun menjadi sangat penting khususnya dalam hal transfer ilmu dan teknologi serta mobilitas pembiayaan. Negara ASEAN akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur untuk memfasilitasi kebangkitan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan kawasan,” kata Retno.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan kontribusi Jepang dalam penanganan pandemi. Termasuk untuk penyediaan vaksin dan pendanaan.

BACA JUGA: Sekjen ACC Temui Mahasiswa ASEAN di Lanzhou University

Ia juga menegaskan dukungan Jepang bagi kerja sama konkret dalam konteks ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Serta komitmen untuk menjadikan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang bebas, damai, dan sejahtera.

Komitmen ASEAN dan Jepang untuk menjaga perdamaian di Semenanjung Korea serta harapan agar perundingan kode tata perilaku (Code of Conduct/CoC) Laut China Selatan dapat berjalan sesuai dengan konvensi hukum laut internasional UNCLOS dan kepentingan negara pihak lainnya.

BACA JUGA: “Only For Tonight”, Kolaborasi Fitri Carlina dengan Big Marvel

Lebih lanjut, PM Kishida menyampaikan dukungan terhadap peran ASEAN dalam implementasi Konsensus Lima Poin untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar.

Pertemuan antara ASEAN-Jepang menghasilkan Pernyataan Ketua KTT ke-24 ASEAN-Jepang sebagai dokumen hasil.(eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR