Rabu, September 28, 2022
BerandaInternationalKasus Naik 2 Kali Lipat, Cacar Monyet Jadi Perhatian WHO!

Kasus Naik 2 Kali Lipat, Cacar Monyet Jadi Perhatian WHO!

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kemunculan penyakit monkeypox (cacar monyet) yang menular dengan cepat menjadi perhatian para ahli kesehatan dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus cacar monyet telah naik dua kali lipat dalam waktu singkat. 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pemimpin teknis cacar monyet dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rosamund Lewis, mengungkapkan kemunculannya yang tiba-tiba di beberapa negara di dunia menunjukkan virus telah menyebar tanpa terdeteksi selama beberapa waktu. Sudah ada lebih dari 550 kasus cacar monyet yang dilaporkan dari 30 negara di seluruh dunia. Peningkatan kasus tersebut terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: WHO Duga Penyebab Penularan Cacar Monyet Meluas Imbas Pelonggaran COVID-19

“Kami sebenarnya memiliki hitungan lebih dari 550 kasus yang dikonfirmasi di 30 negara di empat dari enam wilayah WHO,” kata Lewis, dikutip dari CNBC, Rabu (1/6/2022).

“Kami melihat bahwa dalam beberapa hari, dalam beberapa minggu, kami melihat lebih dari 500 kasus. Ini berbeda. Belum pernah terlihat sebelumnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, hingga 26 Mei 2022, WHO telah menerima laporan 257 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan sekitar 120 kasus yang dicurigai di 23 negara non-endemi.

“Kami melihat bahwa dalam beberapa hari, dalam beberapa minggu, kami melihat lebih dari 500 kasus. Ini berbeda. Belum pernah terlihat sebelumnya,” lanjutnya.

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Karier Harry Maguire di MU Sudah di Ujung Tanduk?

NUSADAILY.COM - MANCHESTER - Legenda Liverpool, Jamie Carragher beri kritik kepada Harry Maguire. Katanya, bek tengah itu sudah habis waktunya di Manchester United untuk...

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Kemunculan penyakit monkeypox (cacar monyet) yang menular dengan cepat menjadi perhatian para ahli kesehatan dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kasus cacar monyet telah naik dua kali lipat dalam waktu singkat. 

Pemimpin teknis cacar monyet dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rosamund Lewis, mengungkapkan kemunculannya yang tiba-tiba di beberapa negara di dunia menunjukkan virus telah menyebar tanpa terdeteksi selama beberapa waktu. Sudah ada lebih dari 550 kasus cacar monyet yang dilaporkan dari 30 negara di seluruh dunia. Peningkatan kasus tersebut terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: WHO Duga Penyebab Penularan Cacar Monyet Meluas Imbas Pelonggaran COVID-19

"Kami sebenarnya memiliki hitungan lebih dari 550 kasus yang dikonfirmasi di 30 negara di empat dari enam wilayah WHO," kata Lewis, dikutip dari CNBC, Rabu (1/6/2022).

"Kami melihat bahwa dalam beberapa hari, dalam beberapa minggu, kami melihat lebih dari 500 kasus. Ini berbeda. Belum pernah terlihat sebelumnya," lanjutnya.

Sebelumnya, hingga 26 Mei 2022, WHO telah menerima laporan 257 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan sekitar 120 kasus yang dicurigai di 23 negara non-endemi.

"Kami melihat bahwa dalam beberapa hari, dalam beberapa minggu, kami melihat lebih dari 500 kasus. Ini berbeda. Belum pernah terlihat sebelumnya," lanjutnya.

Sebelumnya, hingga 26 Mei 2022, WHO telah menerima laporan 257 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan sekitar 120 kasus yang dicurigai di 23 negara non-endemi.

Lewis juga mengungkapkan bahwa WHO sampai saat ini masih belum mengetahui sumber wabah dari virus cacar monyet. Ia meminta agar setiap negara ikut menelusuri sumber tersebut demi mencegah lonjakan kasus.

BACA JUGA: Belum Menyebar, Afrika Selatan Tak Butuh Vaksin untuk Cegah Cacar Monyet

Cacar monyet menyebar melalui kontak dekat. Biasanya gejala termasuk demam tinggi dan ruam seperti cacar air yang hilang setelah beberapa minggu.

Sejauh ini, sebagian besar kasus yang dilaporkan terkait hubungan seksual antara laki-laki dengan laki-laki. Meskipun para ahli menekankan bahwa siapa saja bisa tertular penyakit tersebut.(eky)