Iran Melaporkan Kasus Pertama Varian Baru COVID-19 Inggris

  • Whatsapp
COVID-19
Dua perempuan Iran memakai masker pelindung saat berjalan di trotoar di Kota Tehran, Iran, di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/Nazanin Tabatabaee/wsj.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – DUBAI – Iran melaporkan kasus pertama varian baru COVID-19 Inggris yang sangat menular setelah salah seorang warga tiba dari negara kerajaan tersebut, demikian Menteri Kesehatan Saeed Namaki pada Selasa (5/1).

Di hari yang sama Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa Iran, negara yang mengalami wabah COVID-19 paling parah di Timur Tengah, mencatat jumlah kematian harian terendah dalam hampir tujuh bulan.

Baca Juga

BACA JUGA: Sebenarnya Virus SARS-CoV-2 Itu Tidak Salah! – Nusadaily.com

“Sayangnya, kami mendapati kasus pertama dari COVID-19 Inggris yang bermutasi dari rekan senegara yang kembali dari Inggris…dan yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta kami,” kata Namaki kepada stasiun TV.

“Kami tidak menemukan jejak kasus ini pada kerabat pasien.”

BACA JUGA: Terdampak Corona, Ratusan Sopir dapat Insentif Rp 600 Ribu – Javasatu.com

Juru bicara kementerian Sima Sadat Lari mengatakan kepada stasiun TV bahwa Iran mencatat 98 kematian COVID-19 dalam 24 jam terakhir, terendah sejak 18 Juni, sehingga totalnya menjadi 55.748 kematian.

Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 di Iran mencapai 1.255.620, termasuk 6.113 kasus baru.

BACA JUGA: Vaksin Corona Untuk Tenaga Kesehatan Tiba di Padang – Imperiumdaily.com

Pada akhir Desember Iran memperluas pembatasan jam malam lalu lintas ke ratusan kota berisiko rendah. Guna mempertahankan penurunan jumlah kasus maupun kematian COVID-19.

Aturan itu melarang penggunaan mobil pribadi untuk mengurangi intensitas kontak antarmanusia.(eky)