Jumat, Mei 27, 2022
BerandaInternationalInggris dan Selandia Baru Raih Kesepakatan Perdagangan Bebas

Inggris dan Selandia Baru Raih Kesepakatan Perdagangan Bebas

NUSADAILY.COM – LONDON – Inggris dan Selandia Baru telah mencapai kesepakatan prinsip tentang perjanjian perdagangan bebas. Yang telah tersusun untuk mengurangi tarif dan meningkatkan perdagangan jasa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara tersebut. Nantinya juga akan membawa London selangkah lebih dekat ke keanggotaan dalam perjanjian perdagangan trans-Pasifik yang lebih luas.

Baca Juga: Selandia Baru Berikan Vaksin 2,5 Persen Populasi Penduduknya Dalam Sehari

Perdana Menteri Boris Johnson dan Jacinda Ardern meneken kesepakatan itu dalam sebuah panggilan Zoom pada Rabu (20/10). Setelah 16 bulan negosiasi antara pemerintah kedua negara.

“Ini adalah kesepakatan perdagangan yang hebat bagi Inggris, memperkuat persahabatan panjang kami dengan Selandia Baru. Serta memajukan hubungan kami dengan Indo-Pasifik,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan dengan Selandia Baru itu tercapai hanya beberapa bulan setelah Inggris membuat kesepakatan yang serupa dengan Australia.

Para menteri Inggris berupaya menyempurnakan poros perdagangan pasca-Brexit agar Inggris tidak hanya mengandalkan perdagangan dengan Uni Eropa.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada konferensi pers di Wellington. Bahwa kesepakatan perdagangan (dengan Inggris) adalah yang terbaik untuk negara itu.

“Kesepakatan ini melayani ekonomi dan eksportir Selandia Baru dengan baik. Saat kami menghubungkan kembali, membangun kembali, dan pulih dari COVID-19, dan menantikan masa depan,” kata Ardern.

Ardern menyebutkan bahwa semua tarif perdagangan untuk semua produk akan dihapuskan antara kedua negara. Kemudian sebagian besar tarif (97 persen) akan dihapus pada hari kesepakatan perdagangan mulai berlaku.

Kesepakatan itu juga sepenuhnya membuka pasar Inggris untuk impor domba dari Selandia Baru. Hal itu membuat marah para peternak Inggris.

“Pemerintah sekarang meminta peternak Inggris untuk berhadapan langsung dengan beberapa peternak yang paling berorientasi ekspor di dunia. Tanpa melakukan investasi serius, jangka panjang, dan didanai dengan baik dalam sektor peternakan Inggris. Ini dapat memampukan kami untuk bersaing,” kata Presiden Serikat Peternak Nasional Inggris Minette Batters.

Pemerintah Inggris menekankan liberalisasi akan dilakukan bertahap selama lebih dari satu dekade. Kemudian i mengatakan bahwa kuota domba yang ada belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Kesepakatan dagang Inggris-Selandia Baru itu membutuhkan waktu lebih lama untuk dicapai dari yang diharapkan dan muncul hampir dua bulan setelah tanggal target.

Baca Juga: Balon Udara Panas Lukai 11 Orang di Selandia Baru

Kesepakatan itu dikritik oleh partai oposisi Inggris — Partai Buruh karena dinilai merugikan petani dan peternak serta gagal memberikan lapangan pekerjaan, ekspor atau pertumbuhan ekonomi.

Namun, para menteri melihatnya sebagai batu loncatan lain untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), yakni blok perdagangan beranggotakan 11 negara termasuk Australia, Singapura dan Meksiko.

Keanggotaan CPTPP telah menjadi tujuan utama perdagangan Inggris pasca-Brexit setelah prospek kesepakatan cepat dan komprehensif dengan Amerika Serikat memudar.

Inggris berharap untuk menjadi anggota CPTPP pada akhir 2022.

Hal itu juga sejalan dengan dorongan kebijakan luar negeri Inggris untuk lebih banyak memberikan pengaruh di Indo-Pasifik dalam upaya memoderasi dominasi global China.(nd3)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Cacar Monyet Mewabah, ECDC: Lebih dari 200 Ribu Kasus Terdeteksi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah melaporkan setidaknya satu kasus...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily