Minggu, Mei 29, 2022
BerandaInternationalIkatan Alumni Syam Berangkatkan 31 Mahasiswa ke Suriah

Ikatan Alumni Syam Berangkatkan 31 Mahasiswa ke Suriah

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al Syami) melepas keberangkatan 31 mahasiswa yang akan menempuh studi S1 di Universitas Bilad Syam cabang Mujamma’ Syeikh Ahmad Kaftaro Damaskus Suriah, pada Selasa (9/11).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Keberangkatan rombongan ini akan mendapat pendampingan langsung oleh Ketua Umum Al Syami KH. Ahmad Fathir Hambali dan Sekjen H. M. Nailur Rochman, berdasarkan keterangan dari Ikatan Alumni Syam Indonesia yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Forum Alumni Kelompok Cipayung Galang Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina, Ahmad Basarah : Karena Alasan Kemanusiaan dan Kebangsaan

Beberapa pejabat penting hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Duta Besar Republik Arab Suriah Dr. Abd. Mun’im Annan, Konsuler kedutaan Mr. Nahid, Ka. Densus 88 Irjen Pol. Marthinus Hukom, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Dr. M. Ali Ramdhani dan Deputi II Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT yang diwakili Kombes Alexander Sabar.

Dalam pertemuan tersebut, ketua umum Al Syami KH. Ahmad Fathir Hambali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Suriah. Karena Al Syami telah mendapat amanah untuk melakukan seleksi dan memberangkatkan mahasiswa untuk belajar di Damaskus Suriah.

Tahun 2021, ada 62 pelajar yang diberangkatkan, 31 pelajar masuk program Ma’had Syam Ad Dauly dan 31 pelajar masuk program S-1 di Mujamma’ Syekh Ahmad Kaftaro.

Gus Fathir menjelaskan bahwa dikirimnya para mahasiswa ke Suriah adalah untuk belajar Islam dari para ulama moderat.

Karena menurutnya, seorang mukmin adalah seseorang yang membuat orang lain merasa aman, terlindungi jiwa dan hartanya.

Dubes Suriah begitu kagum dengan Islam yang berkembang di Indonesia, karena adanya relasi agama dan negara yang baik, agama dan modernisasi yang berjalan serasi dan saling membangun, bukan saling menghancurkan.

Beliau menyampaikan bahwa Islam hari ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Islam adalah agama yang membangun, tapi ada sebagian orang Muslim yang justru merobohkan bangunan tersebut.

Dubes Suriah mengingatkan agar kaum Muslim berhati-hati dengan kelompok salafi wahabi, karena di mana mereka masuk suatu negara, negara itu hancur.

“Lihatlah Afghanistan, Somalia, Yaman, Iraq, Suriah, dan banyak negara Muslim lain yang hancur. Serta tak kunjung maju setelah masuk ideologi jihad ala wahabi” tambahnya.

Beliau berpesan agar para mahasiswa kelak bisa tetap menjaga Islam sekaligus menjaga negaranya dengan baik.

“Sejauh saya bertugas di berbagai negara, saya tidak menemukan Islam sebagaimana yang saya temukan di Indonesia. Inilah Islam!” imbuhnya.

Dubes Suriah Abd Mun’im juga mengapresiasi pemerintah Indonesia yang mampu menjaga agama dengan baik, sekaligus mampu mengelola sumber daya alam, melibatkan anak-anak muda dalam pembangunan serta mewujudkan pembangunan infrastruktur yang begitu pesat.

“Cintailah negara kalian, jangan biarkan negara ini dirusak!” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI menambahkan bahwa Indonesia adalah negara bineka yang harus dijaga keberagamannya. Karena agama bertugas untuk merukunkan banyak orang.

Eskalasi konflik antaranak bangsa harus dihindari, karena itu akan menghambat pembangunan sebuah negara. Apalagi Indonesia saat ini telah masuk dalam G-20.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Wajib Belajar Hingga Perguruan Tinggi

Ka. Densus 88 Irjen Pol. Martinus juga turut memberi pesan kepada para mahasiswa agar mereka mempelajari 3 hal di Suriah: ilmu agama, sejarah peradaban dunia dan pelajaran berharga dari konflik Suriah. Beliau berharap bahwa mereka yang saat ini akan berangkat kuliah ke Damaskus adalah calon tokoh-tokoh besar masa depan, yang mampu menjaga Islam dan Indonesia.

Dalam acara tersebut, hadir pula Kasie. Kurikulum Subdit Pendidikan Diniyyah dan Ma’had Aly Kemenag RI Drs. Ahmad Rusdi, M.Pd.I serta beberapa Pengurus Pusat dan Wilayah Ikatan Alumni Syam Indonesia.(nd3)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Ikatan Alumni Syam Indonesia (Al Syami) melepas keberangkatan 31 mahasiswa yang akan menempuh studi S1 di Universitas Bilad Syam cabang Mujamma' Syeikh Ahmad Kaftaro Damaskus Suriah, pada Selasa (9/11).

Keberangkatan rombongan ini akan mendapat pendampingan langsung oleh Ketua Umum Al Syami KH. Ahmad Fathir Hambali dan Sekjen H. M. Nailur Rochman, berdasarkan keterangan dari Ikatan Alumni Syam Indonesia yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Forum Alumni Kelompok Cipayung Galang Bantuan Kemanusiaan Untuk Palestina, Ahmad Basarah : Karena Alasan Kemanusiaan dan Kebangsaan

Beberapa pejabat penting hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Duta Besar Republik Arab Suriah Dr. Abd. Mun'im Annan, Konsuler kedutaan Mr. Nahid, Ka. Densus 88 Irjen Pol. Marthinus Hukom, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Dr. M. Ali Ramdhani dan Deputi II Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT yang diwakili Kombes Alexander Sabar.

Dalam pertemuan tersebut, ketua umum Al Syami KH. Ahmad Fathir Hambali menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Suriah. Karena Al Syami telah mendapat amanah untuk melakukan seleksi dan memberangkatkan mahasiswa untuk belajar di Damaskus Suriah.

Tahun 2021, ada 62 pelajar yang diberangkatkan, 31 pelajar masuk program Ma'had Syam Ad Dauly dan 31 pelajar masuk program S-1 di Mujamma' Syekh Ahmad Kaftaro.

Gus Fathir menjelaskan bahwa dikirimnya para mahasiswa ke Suriah adalah untuk belajar Islam dari para ulama moderat.

Karena menurutnya, seorang mukmin adalah seseorang yang membuat orang lain merasa aman, terlindungi jiwa dan hartanya.

Dubes Suriah begitu kagum dengan Islam yang berkembang di Indonesia, karena adanya relasi agama dan negara yang baik, agama dan modernisasi yang berjalan serasi dan saling membangun, bukan saling menghancurkan.

Beliau menyampaikan bahwa Islam hari ini menghadapi tantangan yang cukup besar. Islam adalah agama yang membangun, tapi ada sebagian orang Muslim yang justru merobohkan bangunan tersebut.

Dubes Suriah mengingatkan agar kaum Muslim berhati-hati dengan kelompok salafi wahabi, karena di mana mereka masuk suatu negara, negara itu hancur.

"Lihatlah Afghanistan, Somalia, Yaman, Iraq, Suriah, dan banyak negara Muslim lain yang hancur. Serta tak kunjung maju setelah masuk ideologi jihad ala wahabi" tambahnya.

Beliau berpesan agar para mahasiswa kelak bisa tetap menjaga Islam sekaligus menjaga negaranya dengan baik.

"Sejauh saya bertugas di berbagai negara, saya tidak menemukan Islam sebagaimana yang saya temukan di Indonesia. Inilah Islam!" imbuhnya.

Dubes Suriah Abd Mun'im juga mengapresiasi pemerintah Indonesia yang mampu menjaga agama dengan baik, sekaligus mampu mengelola sumber daya alam, melibatkan anak-anak muda dalam pembangunan serta mewujudkan pembangunan infrastruktur yang begitu pesat.

"Cintailah negara kalian, jangan biarkan negara ini dirusak!" tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI menambahkan bahwa Indonesia adalah negara bineka yang harus dijaga keberagamannya. Karena agama bertugas untuk merukunkan banyak orang.

Eskalasi konflik antaranak bangsa harus dihindari, karena itu akan menghambat pembangunan sebuah negara. Apalagi Indonesia saat ini telah masuk dalam G-20.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Wajib Belajar Hingga Perguruan Tinggi

Ka. Densus 88 Irjen Pol. Martinus juga turut memberi pesan kepada para mahasiswa agar mereka mempelajari 3 hal di Suriah: ilmu agama, sejarah peradaban dunia dan pelajaran berharga dari konflik Suriah. Beliau berharap bahwa mereka yang saat ini akan berangkat kuliah ke Damaskus adalah calon tokoh-tokoh besar masa depan, yang mampu menjaga Islam dan Indonesia.

Dalam acara tersebut, hadir pula Kasie. Kurikulum Subdit Pendidikan Diniyyah dan Ma'had Aly Kemenag RI Drs. Ahmad Rusdi, M.Pd.I serta beberapa Pengurus Pusat dan Wilayah Ikatan Alumni Syam Indonesia.(nd3)