Senin, Januari 24, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalHong Kong Mendeteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Botswana

Hong Kong Mendeteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Botswana

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Departemen Kesehatan Hong Kong mendeteksi kasus pertama Covid-19 varian Botswana dengan nama ilmiah B.1.1.529 yang disebut memiliki banyak mutasi, pada Kamis (25/11).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Pihak berwenang menuturkan kasus Covid-19 varian Botswana itu menjangkit seorang pasien yang baru tiba dari Afrika Selatan.

BACA JUGA : Jerman Pertimbangkan Vaksin Wajib Saat Kasus COVID Melonjak

Beberapa hari kemudian, seorang tamu sebuah hotel di Hong Kong juga dites positif Covid-19 varian tersebut beberapa hari setelahnya.

“Informasi ilmiah tentang risiko terhadap kesehatan publik dari garis mutasi Covid-19 baru ini masih kurang. Saat ini, mutasi itu diklasifikasikan oleh WHO sebagai varian dalam pemantauan,” kata Departemen Kesehatan Hong Kong.

BACA JUGA : Awas! Jerman hingga Denmark Gawat, Jangan Coba-coba Mendekat

Varian baru B.1.1.529 yang diperkirakan akan diberi nama “Nu”, sesuai konvensi penamaan global berdasarkan alfabet Yunani, pertama kali terdeteksi di Botswana.

Terlepas dari dua kasus di Hong Kong, South China Morning Post melaporkan sampai saat ini baru ada sembilan kasus Covid-19 Botswana yang terdeteksi di seluruh dunia yakni tiga di Botswana dan enam di Afrika Selatan.

BACA JUGA : Singapura Alami Resesi Pernikahan Seiring Melonjaknya Kasus Covid-19

Meskipun daya menular varian baru ini masih belum diketahui, beberapa ilmuwan khawatir akan keganasan B.1.1.529 ini mengingat jumlah mutasi yang sangat banyak dibandingkan varian Covid-19 lainnya.

Varian tersebut telah ditemukan memiliki 32 mutasi protein, angka itu menjadi paling banyak jika dibandingkan dengan 13-17 mutasi yang terlihat pada varian Delta yang saat ini masih dianggap menjadi yang paling menular.

BACA JUGA : Waduh! Kemenkes Sebut Gelombang Tiga Lonjakan Kasus Covid Pasti Terjadi

Para ilmuwan juga khawatir varian Covid-19 dengan mutasi tinggi ini dapat menyebabkan gelombang virus corona baru. Lantaran mungkin tak terdeteksi antibodi tubuh atau vaksin menjadi kurang efektif melawannya.

Varian B.1.1.529 dari Botswana ini memiliki 32 mutasi pada bagian protein lonjakan virus (spike protein). Padahal bagian ini banyak digunakan berbagai vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid.

Sehingga, jika terjadi mutasi pada lonjakan protein, dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia dan mempersulit kekebalan sel untuk menyerang patogen.

Inggris dan Israel menjadi dua negara yang sudah meningkatkan kewaspadaannya terhadap varian baru Covid ini. Inggris dan Israel telah menyetop sementara penerbangan dari dan ke Afrika Selatan dan beberapa negara tetangganya.(lal)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed