Selasa, September 27, 2022
BerandaInternationalGegara Serbuan Tikus Para Napi Lapas Australia Dievakuasi

Gegara Serbuan Tikus Para Napi Lapas Australia Dievakuasi

NUSADAILY.COM – NEW SOUTH WALES – Ternyata, tikus juga bisa memaksa evakuasi sementara terhadap tahanan dan karyawan sebuah penjara di New South Wales.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Evakuasi para tahanan sekaligus petugas penjara Wellington, New South Wales, itu dilakoni karena pemerintah harus memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat serbuan wabah tikus tersebut.

BACA JUGA : China Kembali Berang, Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan – Nusadaily.com

Kerusakan-kerusakan yang disebabkan wabah hewan pengerat itu seperti kabel listrik yang putus oleh gigitan. Hingga membersihkan bangkai-bangkai tikus yang membusuk di balik dinding dan langit-langit bangunan.

Seperti dikutip dari The Associated Press, setidaknya sebanyak 200 staf dan 420 tahanan dari penjara Wellington itu dipindahkan selama 10 hari ke depan terhitung Selasa (22/6) ke penjara lain.

BACA JUGA : Dubes RI Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan dengan Menteri Qatar – Imperiumdaily.com

“Kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan para staf dan tahanan adalah prioritas nomor 1, jadi penting bagi kami untuk segera melakukan kerja remediasi vital,” ujar Komisaris Layanan Pemasyarakatan Peter Severin, Selasa.

Pekerjaan perbaikan di penjara akan mencakup penyelidikan cara untuk melindungi fasilitas dari wabah tikus di masa depan, yang merupakan fenomena yang sebagian besar unik di Australia.

BACA JUGA : Produksi Baja Global Mei Naik 16,5 Persen, Permintaan di China Melemah – Noktahmerah.com

Severin mengatakan serangan tikus paling parah terjadi di bagian kompleks penjara yang tidak dilapisi beton.

“Tikus telah masuk ke … rongga dinding, ke ruang atap. Mereka mati tetapi kemudian mereka mulai membusuk dan kemudian masalah berikutnya adalah tungau,” kata Severin.

Menyebabkan Kekacauan

Sebagai informasi, wabah tikus menyerang wilayah Australia Timur di mana jutaan hewan pengerat itu telah menyebabkan kekacauan di wilayah penghasil biji-bijian di negara bagian terpadat negara benua tersebut selama berbulan-bulan. Wabah tikus itu telah merusak lahan-lahan pertanian, rumah-rumah warga, pusat perbisnisan, sekolah, rumah sakit, bahkan penjara.

Keluhan yang paling sering muncul akibat wabah binatang pengerat itu adalah bau urine hingga bangkai tikus yang membusuk. Bahkan, adapula laporan mengenai orang-orang yang digigit tikus saat sedang tidur.

Wabah biasanya terjadi ketika hujan mengikuti beberapa tahun kekeringan. Wabah saat ini adalah yang terburuk yang dapat diingat banyak orang di beberapa daerah.

Peneliti tikus pemerintah Steve Henry mengatakan jumlah hewan pengerat mulai meningkat karena spesies tersebut selalu berhenti berkembang biak selama musim dingin Belahan Bumi Selatan. Tapi, angka bisa meledak lagi jika kondisinya tepat di musim semi.(han)

BERITA KHUSUS

Enam Poktan Tembakau Situbondo Dapat Bantuan Kendaraan Roda Tiga, Ini Daftarnya

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Enam kelompok tani (Poktan) tembakau di Kabupaten Situbondo bakal mendapat bantuan kendaraan roda tiga. Bantuan itu berasal dari Dinas Pertanian...

BERITA TERBARU

Polisi Akan Terbitkan BPKB Elektronik Mulai Tahun Ini, Lebih Simpel dan Mudah!

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerbitkan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) elektronik. Saat ini, pihak Direktorat Registrasi dan Identifikasi...

NUSADAILY.COM – NEW SOUTH WALES – Ternyata, tikus juga bisa memaksa evakuasi sementara terhadap tahanan dan karyawan sebuah penjara di New South Wales.

Evakuasi para tahanan sekaligus petugas penjara Wellington, New South Wales, itu dilakoni karena pemerintah harus memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat serbuan wabah tikus tersebut.

BACA JUGA : China Kembali Berang, Kapal Perang AS Transit di Selat Taiwan - Nusadaily.com

Kerusakan-kerusakan yang disebabkan wabah hewan pengerat itu seperti kabel listrik yang putus oleh gigitan. Hingga membersihkan bangkai-bangkai tikus yang membusuk di balik dinding dan langit-langit bangunan.

Seperti dikutip dari The Associated Press, setidaknya sebanyak 200 staf dan 420 tahanan dari penjara Wellington itu dipindahkan selama 10 hari ke depan terhitung Selasa (22/6) ke penjara lain.

BACA JUGA : Dubes RI Bahas Peningkatan Kerja Sama Pendidikan dengan Menteri Qatar - Imperiumdaily.com

"Kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan para staf dan tahanan adalah prioritas nomor 1, jadi penting bagi kami untuk segera melakukan kerja remediasi vital," ujar Komisaris Layanan Pemasyarakatan Peter Severin, Selasa.

Pekerjaan perbaikan di penjara akan mencakup penyelidikan cara untuk melindungi fasilitas dari wabah tikus di masa depan, yang merupakan fenomena yang sebagian besar unik di Australia.

BACA JUGA : Produksi Baja Global Mei Naik 16,5 Persen, Permintaan di China Melemah - Noktahmerah.com

Severin mengatakan serangan tikus paling parah terjadi di bagian kompleks penjara yang tidak dilapisi beton.

"Tikus telah masuk ke … rongga dinding, ke ruang atap. Mereka mati tetapi kemudian mereka mulai membusuk dan kemudian masalah berikutnya adalah tungau," kata Severin.

Menyebabkan Kekacauan

Sebagai informasi, wabah tikus menyerang wilayah Australia Timur di mana jutaan hewan pengerat itu telah menyebabkan kekacauan di wilayah penghasil biji-bijian di negara bagian terpadat negara benua tersebut selama berbulan-bulan. Wabah tikus itu telah merusak lahan-lahan pertanian, rumah-rumah warga, pusat perbisnisan, sekolah, rumah sakit, bahkan penjara.

Keluhan yang paling sering muncul akibat wabah binatang pengerat itu adalah bau urine hingga bangkai tikus yang membusuk. Bahkan, adapula laporan mengenai orang-orang yang digigit tikus saat sedang tidur.

Wabah biasanya terjadi ketika hujan mengikuti beberapa tahun kekeringan. Wabah saat ini adalah yang terburuk yang dapat diingat banyak orang di beberapa daerah.

Peneliti tikus pemerintah Steve Henry mengatakan jumlah hewan pengerat mulai meningkat karena spesies tersebut selalu berhenti berkembang biak selama musim dingin Belahan Bumi Selatan. Tapi, angka bisa meledak lagi jika kondisinya tepat di musim semi.(han)