Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaInternationalDiyakini Bisa Sembuhkan Penyakit, Orang Eropa Dulu Hobi Makan Mumi Mesir

Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit, Orang Eropa Dulu Hobi Makan Mumi Mesir

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pada zaman kelam dalam sejarah Eropa, orang-orang berpikir kanibalisme baik untuk kesehatan. Karenanya, memakan mumi Mesir pernah menjadi tren di Eropa.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Mereka meyakini bahwa sisa-sisa mumi yang dihaluskan dan diberi pewarna dapat menyembuhkan bermacam penyakit, mulai dari pes hingga sakit kepala. Tak heran, mayat-mayat orang Mesir kuno yang dibalut perban punya daya tarik tersendiri di masa Abad Pertengahan hingga abad ke-19.

Meski rasanya tidak enak, orang Eropa di zaman itu terpaksa menelannya karena meyakini khasiatnya. Ada salah satu produk obat bernama Mumia, laris pada masanya.

BACA JUGA: Pesawat Misterius Terobos 7 Negara Eropa, Kemudian Pilot Menghilang

Dikutip dari detikcom, Mumia diekstrak dari tubuh mumi dan dikonsumsi rutin selama berabad-abad oleh orang kaya maupun miskin. Obat yang dibuat dari sisa-sisa mumi yang dibawa dari makam Mesir kembali ke Eropa ini, banyak dijual di apotek.

Ketika antibiotik belum ditemukan, dokter zaman dulu bahkan meresepkan tengkorak, tulang, hingga daging yang dihaluskan untuk mengobati berbagai penyakit, mulai sakit kepala hingga mengurangi pembengkakan atau pemulihan wabah.

Namun, dari banyak orang yang meyakini mumi bisa jadi obat, Guy de la Fontaine, seorang dokter kerajaan, meragukan Mumia sebagai obat berkhasiat.

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Seorang Pria Membabi Buta Tembak Orang di Cetinje Montenegro, 10 Tewas

NUSADAILY.COM – CETINJE – Seorang pria bersenjata tembak mati sepuluh orang di Cetinje, Montenegro pada Jumat (12/8/2022). Namun nahas pria tersebut kemudian dibunuh oleh...